IHSG Melemah pada Penutupan Perdagangan Sesi I, Posisi Rupiah Jadi Faktor
- 18 Mei 2026 13:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG masih berada di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I.
- Pengaruh posisi rupiah saat ini dinilai menjadi salah satu faktor pelemahan IHSG.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan sesi I hari Senin, 18 Mei 2026. Indeks terpantau masih berada di zona merah yakni turun 3,76 persen ke posisi 6.470,34.
Pada awal pekan, Indeks dibuka pada level 6.628,97 dan menyentuh level tertinggi di 6.631,28. Sementara itu, titik terendah indeks sempat menyentuh posisi 6.398,78 selama perdagangan sesi pertama.
Nilai transaksi perdagangan hingga jeda siang mencapai angka Rp11,96 triliun. Volume perdagangan saham investor mencapai 21,5 miliar lembar pada bursa hari ini.
Sebanyak 682 saham terpantau melemah dan 84 saham lainnya berhasil menguat. Sisanya sebanyak 52 saham terpantau tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan turunnya IHSG saat ini berasal dari kombinasi arus keluar dana asing dan pelemahan rupiah. Pasar juga dibayangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat tingginya ketidakpastian geopolitik.
Menurut dia, pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi Amerika Serikat (AS). “Penguatan dolar AS dan posisi rupiah saat ini membuat investor asing lebih berhati-hati terhadap aset emerging market,” katanya.
"Di tengah kondisi tersebut, investor ritel disarankan lebih selektif dan defensive,” ucap Hendra. Menurut dia, strategi buy on weakness secara bertahap dinilai menjadi pendekatan yang lebih aman dibanding pembelian agresif.”
Secara teknikal, level psikologis 6.900 dinilai menjadi area penting yang sedang diuji pasar. Jika tekanan jual asing masih berlanjut, peluang pelemahan menuju area 6.600 hingga 6.700 masih terbuka.
Melansir CNBC, seluruh sektor perdagangan melemah hari ini. Dimana tekanan paling dalam dirasakan oleh sektor infrastruktur, barang baku, energi dan teknologi.
Adapun pemberat utama IHSG pada awal pekan ini adalah saham Bank Central Asia (BBCA). Saham tersebut turun 2,5 persen dan berkontribusi atas pelemahan 14,05 indeks poin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....