Hari Ini Rupiah Bergerak Menguat, Tapi Masih Dibayangi Tekanan Global
- 13 Mei 2026 11:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS saat pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,06 persen atau 11 poin ke level Rp17.518 per dolar AS
- Hal yang memberatkan rupiah, menurut Lukman, jumlah perusahaan yang didepak dari indeks MSCI pada rebalancing Mei 2026
- Di sisi lain, harga minyak mentah dunia masih terus naik, sehingga makin membebani rupiah
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS saat pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,06 persen atau 11 poin ke level Rp17.518 per dolar AS.
Pada Selasa kemarin, rupiah ditutup turun hingga 0,66 persen ke posisi Rp17.529 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS hari ini berada di level 98,27.
Meski sedikit menguat, pergerakan nilai tukar rupiah diprakirakan masih akan fluktuatif. Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong memprakirakan rupiah masih berisiko melemah.
"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS, dipengaruhi data inflasi AS yg lebih tinggi dari perkiraan," kata Lukman, Rabu, 13 Mei 2026.
Hal lain yang memberatkan rupiah, menurut Lukman, jumlah perusahaan yang didepak dari indeks MSCI pada rebalancing Mei 2026. "Jumlahnya jauh lebih banyak dari perkiraan awal pelaku pasar dan otoritas," ucap Lukman.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia masih terus naik, sehingga makin membebani rupiah. "Hari ini rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.450-17.600 per dolar AS," ujar Lukman.
Sementara itu, Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa menyebutkan faktor lain pemicu pelemahan rupiah. Yakni aliran keluar modal asing dari pasar saham.
Pada Selasa kemarin, aliran keluar modal asing mencapai Rp931,9 miliar. Sehingga nilai tukar rupiah anjlok ke level terendah sepanjang masa.
"Tekanan masih berasal dari faktor global dan domestik termasuk penguatan indeks dolar AS. Permintaan musiman terhadap dolar AS dan sikap kehati-hatian pelaku pasar jelang pengumuman MSCI juga membuat rupiah melemah," ujar Jessica.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....