Sentimen Pasar Sedang Negatif, IHSG Diprakirakan Lanjutkan Pelemahan
- 12 Mei 2026 07:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan melanjutkan pelemahan dalam pembukaan perdagangan hari ini menguji level 6.750-6.850
- Menurut Tim Phintraco, sentimen pasar sedang negatif dipengaruhi oleh rencana penerapan tarif royalti tambang
- Tim Analis Phintraco juga melihat persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini sedikit membaik. Penjualan sepeda motor di pasar domestik meningkat 28,1 persen secara tahunan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan melanjutkan pelemahan dalam pembukaan perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG juga melemah 0,92 persen menjadi 6.905,62 disertai aliran keluar modal asing.
Aksi jual saham oleh investor asing mencatatkan net sell (jual bersih) sebesar Rp659 miliar. "Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level 6.750-6.850," kata Analis Pasar Modal dari Tim Phintraco Sekuritas, Senin, 12 Mei 2026.
Menurut Tim Phintraco, sentimen pasar sedang negatif dipengaruhi oleh rencana penerapan tarif royalti tambang. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan implementasinya ditunda.
"Tetapi Menteri Keuangan memastikan bahwa aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026. Jika jadi diberlakukan, tarif royalti akan dikenakan untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas dan perak," ujar Tim Phintraco.
Pelaku pasar juga mencermati data Indeks keyakinan konsumen yang relatif stabil di level 123 pada April 2026. Indeksnya naik sedikit dibandingkan Maret yang tercatat sebesar 122,9.P
Tim Analis Phintraco juga melihat persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini sedikit membaik. Penjualan sepeda motor di pasar domestik meningkat 28,1 persen secara tahunan menjadi 520.972 unit di April 2026.m
"Kenaikan ini terutama karena normalisasi setelah pada bulan sebelumnya terdapat libur hari raya," ucapnya. Pelaku pasar juga akan mencermati data penjualan ritel untuk bulan April 2026 yang akan dirilis Bank Indonesia.
"Selain itu, pasar juga mengantisipasi pengumuman penyedia indeks global, MSCI hari ini. MSCI kemungkinan akan mengeluarkan saham BREN dan DSSA dari indeks MSCI," kata Tim Phintraco menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....