IHSG Turun ke Level 6.959, Analis Prediksikan Potensi "Rebound"

  • 11 Mei 2026 09:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka melemah ke level 6.959,94 pada sesi pertama perdagangan setelah mengalami penurunan signifikan sebesar 2,86 persen di akhir pekan lalu.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Pada sesi pertama, IHSG berada pada level 6.959,94 atau melemah 9,45 poin (0,14 persen) dari penutupan pekan lalu.

Ini terjadi setelah IHSG ditutup turun secara signifikan pada Jumat, 8 Mei 2026. Saat itu, indeks turun 204,92 poin ke level 6.969,4.

Namun, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang rebound atau berbalik menguat hari ini. Setelah sebelumnya turun tajam dalam penutupan perdagangan akhir pekan lalu hingga 2,86 persen.

Penurunan tersebut disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing senilai Rp485 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BUMI, BREN, ADRO, dan DSSA.

“IHSG berpotensi short term teknikal rebound menuju 7.070-7.130,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman. Namun, dia menganjurkan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali koreksi.

Ini adalah strategi menjual saham saat harganya sudah mencapai level tertinggi atau mengalami kenaikan signifikan. Tujuannya untuk mengamankan keuntungan (profit taking) sebelum harga berpotensi turun kembali.

Fanny memperkirakan pergerakan IHSG akan berada pada rentang 6.650-6.850 di level support. Sedangkan pada level resistansi akan berada pada rentang 7.070-7.130.

Sementara itu, bursa saham global bergerak beragam pada akhir pekan kemarin. Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street cenderung menguat, sedangkan bursa saham di kawasan Asia melemah.

Indeks saham S&P 500 & Nasdaq mencapai rekor tertinggi didorong oleh menguatnya saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Sedangkan Indeks S&P 500 naik 0,84 persen, Nasdaq menguat 1,71 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02 persen.

Selain itu, laporan pekerjaan di AS menguat dari perkiraan, yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran pada April 2026 juga tetap stabil sebesar 4,3 persen.

"Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu," kata Fanny. Menurut dia, perkiraannya di antara 3,50-3,75 persen hingga akhir tahun.

Di kawasan Asia, pasar saham melemah pada akhir pekan lalu merosot akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ketegangan itu kembali memunculkan kekhawatiran dan menguji ketahanan rally pasar saham.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,19 persen, dan di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,11 persen. Indeks harga saham di Hang Seng Hong Kong turun 0,87 persen, Taiex Taiwan turun 0,79 persen, CSI 300 Tiongkok melemah 0,58 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....