Rupiah Sentuh Level 17.400, BI Siapkan Strategi Penahan Tekanan
- 05 Mei 2026 11:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
- BI memberikan pernyataannya setelah melihat pergerakan nilai tukar rupiah yang sudah melampauin level Rp17.400 per dolar AS hari ini
- BI akan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Sehingga stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan nilai fundamentalnya
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI memberikan pernyataannya setelah melihat pergerakan nilai tukar rupiah yang sudah melampauin level Rp17.400 per dolar AS hari ini.
"BI akan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Sehingga stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan nilai fundamentalnya," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea dalam pernyataan tertulisnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi ketegangan geopolitik. Namun BI menilai pelemahan rupiah juga diikuti pelemahan mata uang lainnya di kawasan.
"Pergerakan rupiah sejak awal konflik Timur Tengah hingga sekarang, masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya," ucap Erwin. Ia mencontohkan peso Filipina melemah sebesar 6,58 perseni, Baht Thailand melemah 5,04 persen, rupee India melemah 4,32 persen.
Peso Chile terdepresiasi 4,24 persen, won Korea melemah 2,29 persen dan rupiah Indonesia melemah 3,65 persen. "BI akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Erwin menegaskan.
Intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore (luar negeri). Serta melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, dan pembelian SBN di pasar sekunder.
"Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global. BI berkomitmen senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur," kata Erwin menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....