Rupiah Masih Tertekan, Ditutup Turun 32 Poin
- 28 Apr 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini, Mengacu data Bloomberg, rupiah turun 0,19 persen atau 32 poin menjadi Rp17.243 per dolar AS
- Sentimen pasar keuangan negatif karena buntunya upaya lanjutan perundingan perdamaian AS-Iran. "Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru yang diajukan Iran untuk memulai perundingan
- Penggunaan narasi 'rupiah undervalued' bergeser dari analisis ekonomi menjadi instrumen komunikasi untuk meredam kepanikan pasar dan menjaga optimisme
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini, Mengacu data Bloomberg, rupiah turun 0,19 persen atau 32 poin menjadi Rp17.243 per dolar AS.
Sentimen pasar keuangan negatif karena buntunya upaya lanjutan perundingan perdamaian AS-Iran. "Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru yang diajukan Iran untuk memulai perundingan," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa, 28 April 2026.
Dalam proposal terbarunya, Iran tidak menyinggung pembahasan program nuklir, hal yang tidak disukai Trump. Sehingga Iran tetap memblokade Selat Hormuz, dan Trump memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sementara itu, Bank Sentral Amerika Serikat akan melakukan pertemuan minggu ini. "Pertemuan tersebut akan memberikan petunjuk terkait kebijakan moneter dan prospek inflasi akibat perang AS-Iran," ucap Ibrahim.
Menurutnya, the Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Selain itu, Ketua the Fed, Jerome Powell akan digantikan Kevin Warsh, yang pernah menjabat sebagai gubernur the Fed.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati pernyataan Bank Indonesia bahwa rupiah masih 'undervalued' (di bawa nilai wajarnya). "Kita mempertanyakan relevansi narasi tersebut mengingat tren jangka panjang rupiah yang terus mengalami depresiasi," ujarnya.
Kondisi tersebut, tambah Ibrahim, semestinya mendorong evaluasi lebih mendalam. Khususnya terhadap pemahaman mengenai nilai wajar rupiah, alih-alih terus mengulang narasi yang sama.
Sejak 2014, lanjut Ibrahim, nilai rupiah dikisaran Rp.12.000 per dollar AS. Kemudian melemah ke level Rp.17.000-an dalam beberapa tahun terakhir.
"Penggunaan narasi 'rupiah undervalued' bergeser dari analisis ekonomi menjadi instrumen komunikasi untuk meredam kepanikan pasar dan menjaga optimisme. Namun, narasi tersebut berpotensi menjadi problematik apabila terus diulang tanpa diiringi perbaikan fundamental yang nyata," kata Ibrahim menjelaskan.
Menurutnya, penguatan kepercayaan terhadap mata uang tidak dapat dibangun hanya melalui narasi. Langkah tersebut harus didasarkan pada perbaikan fundamental ekonomi secara nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....