Harga Minyak dan Emas Sepekan Diperkirakan Masih Dipengaruhi Dinamika Global
- 27 Apr 2026 05:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga komoditas terutama minyak dan emas diprakirakan masih akan bergejolak dalam sepekan ini
- Calon ketua the Fed baru, Kevin Warsh kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunga
- Bank-bank sentral, menurut Ibrahim saat ini juga kembali menumpuk cadangan emas nya. Karena mereka memanfaatkan harga emas yang saat ini cenderung menurun
RRI.CO.ID, Jakarta - Harga komoditas terutama minyak dan emas diprakirakan masih akan bergejolak dalam sepekan ini. Gejolak harga utamanya masih dipicu oleh perkembangn konflik AS dan Iran yang berkelanjutan.
"Pekan ini menjadi pekan yang krusial terkait konflik AS-Iran," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dikutip Senin, 27 April 2026. AS dan Iran belum mencapai titik temu , sementara Iran masih memblokade Selat Hormuz.
Sementara itu terjadi insiden saat acara makan malam antara Presiden Donald Trump dan koresponden Gedung Putih, Minggu 26 April 2026. Saat acara berlangsung terdengar suara tembakan yang membuat Trump bersama istrinya harus diselamatkan.
Ibrahim memperkirakan harga minyak pekan ini akan bergerak di kisaran USD82-USD107 per barel. Sedangkan idneks dolar diprakirakan bergerak di rentang 94 hingga 102.
Untuk emas dunia, jika harganya turun akan bergerak di level support pertama USD4.651 per troi ons. Level suport kedua di USD4,560 per troi ons dan harga logam mulia diprakirakan Rp2,7 juta per gram.
Apabila harga emas naik, akan bergerak di USD4,779 per troi ons untuk resistansi pertama. Resistansi kedua di USD4.232 per troi ons, dan harga logam mulia Rp2.980 per gram.
Bank-bank sentral, menurut Ibrahim saat ini juga kembali menumpuk cadangan emas nya. Karena mereka memanfaatkan harga emas yang saat ini cenderung menurun,
Menurut Ibrahim, faktor lainnya yang akan mempengaruhi indeks dolar AS, harga minyak dan harga emas adalah kebijakan bank sentral. Pelaku pasar menantikan pergantian ketua umum the Fed yang rencananya diselenggarakan akhir bulan April lusa.
Calon ketua the Fed baru, Kevin Warsh kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunga seperti pemimpin the Fed sebelumnya. "Pertimbangannya adalah prakiraan inflasi tinggi yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak," ucap Ibrahim menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....