MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Optimistis Daya Saing Meningkat

  • 22 Apr 2026 08:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengakuan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap langkah reformasi pasar modal Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengakuan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Hal ini disampaikan melalui pembaruan asesmen terkait free float saham yang dirilis pada 20 April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan MSCI mencatat berbagai langkah strategis yang telah dilakukan OJK. Upaya tersebut melibatkan kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan pelaku pasar.

“Ini merupakan bagian dari upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar,” ujarnya, Selasa 21 April 2026. Kemudian memperkuat pelindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global.

Hasan mengatakan sejumlah reformasi yang mendapat perhatian mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen. Kemudian penguatan klasifikasi investor serta penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC).

Di samping itu, peningkatan batas minimum free float turut dilakukan untuk memperkuat likuiditas pasar. Ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pasar modal nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pengakuan MSCI merupakan sinyal positif atas arah kebijakan yang ditempuh Indonesia. Menurut dia, implementasi reformasi akan terus dijaga secara konsisten dan berkelanjutan.

“Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya. Ini juga diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global.

Saat ini MSCI masih melakukan asesmen lanjutan dengan memanfaatkan data baru hasil reformasi tersebut. Proses tersebut juga melibatkan masukan dari pelaku pasar global sebagai bagian dari evaluasi indeks dan aksesibilitas pasar.

OJK memandang proses ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan efektivitas kebijakan yang telah diterapkan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen reformasi, OJK juga terus mendorong penguatan integritas pasar melalui berbagai rencana aksi. Misalnya dengan peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, serta penegakan hukum dan tata kelola.

Dengan berbagai langkah tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia akan semakin berkembang. Pasar diharapkan menjadi lebih dalam, likuid, dan mampu berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....