IHSG Dibuka Turun ke Level 7.560, Analis: Rawan Koreksi Lanjutan

  • 21 Apr 2026 09:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka melemah ke level 7.560,29 pada perdagangan Selasa, 21 April 2026.
  • Analis memprediksi IHSG berpotensi lanjut koreksi ke 7.527 hingga 7.308 jika support tidak bertahan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada pembukaan perdagangan Selasa 21 April 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada pada level 7.560,29 atau turun 33,83 poin (0,45 persen) dibandingkan sebelumnya.

Sehari sebelumnya, IHSG bergerak di zona merah dan anjlok 39,89 poin ke level 7.594,11. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 424 saham turun, 247 saham naik, dan 148 saham stagnan.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyatakan IHSG secara teknikal berisiko melanjutkan pelemahan guna menutup area celah level 7.527. Menurut dia, ruang koreksi lanjutan masih sangat terbuka menuju level 7.308 jika titik dukungan pertama tidak mampu bertahan.

Hendra menambahkan pergerakan indeks tersebut menunjukkan fase penyesuaian pasar akibat absennya dorongan positif dari sentimen global. Apalagi, para pemodal saat ini cenderung meningkatkan kehati-hatian mereka dalam melakukan transaksi jual maupun beli di bursa.

“Secara teknikal, tekanan tersebut mulai tercermin pada pergerakan IHSG,” ujarnya. Sehingga, lanjut dia, indeks berpotensi melanjutkan penurunan untuk menutup area gap di level 7.527.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkapkan pergerakan indeks bursa domestik pada pagi hari ini masih sangat rawan terkoreksi. Menurut dia, level dukungan indeks berada pada angka 7.530 dengan batas hambatan atas pada level angka 7.617.

“Seperti yg kami sampaikan pada laporan teknikal pagi ini, kami memperkirakan posisi pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi,” ujarnya. Yaitu dengan support yang berada di 7530 dan resistensi pada 7617.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menambahkan meski sebelumnya IHSG turun, tetapi modal asing mengalir masuk. Menurut dia, net buy (beli bersih) saham oleh investor asing tercatat sebesar Rp124 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....