Perkiraan IHSG Hari Ini, Menguji Level Resistansi dengan Risiko Terkoreksi
- 20 Apr 2026 08:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Edek Indonesia (BEI) berisiko melemah dalam perdagangan hari ini, Senin 20 April 2026.
- IHSG berpotensi untuk menguji resistansi di level 7.660, tetapi jika gagal IHSG akan terkoreksi.
- Sentimen pasar masih akan dipengaruhi operkembangan konflik AS-Iran dan prospek kesepakatan damai.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melemah pada perdagangan hari ini, Senin 20 April 2026. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG tercatat naik 0,17 persen ke level 7.634.
"IHSG berpotensi untuk menguji resistansi pada level 7.660,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Namun, dia mengingatkan jika gagal menembus level tersebut, potensi koreksi kembali mendekati support pada level 7.600.
Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 7.500-7.600 untuk level support. Sedangkan level resistansi akan bergerak pada rentang 7.660-7.720.
Fanny menambahkan penguatan IHSG pada akhir pekan lalu disertai aksi jual saham dengan net sell senilai Rp746 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan GOTO.
Sementara itu, bursa saham global ditutup bervariasi pada pekan lalu. Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup naik setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz.
Indeks Nasdaq Composite naik 1,52 persen, Dow Jones Industrial Average meningkat 1,79 persen, dan S&P 500 melonjak 1,20 persen. "Investor menyambut baik keputusan Iran dan optimistis kesepakatan damai dengan AS akan tercapai," ujarnya.
Meski begitu, pernyataan kedua pihak soal kesepakatan damai masih menimbulkan ketidakpastian. Terutama seberapa cepat pengiriman minyak dapat dilanjutkan, sementara harga minyak mentah AS anjlok lebih dari 11 persen.
Di kawasan Asia-Pasifik, bursa efek justru melemah pada perdagangan Jumat 17 April 2026. Ini seiring sentimen pasar yang masih dibayangi ketidakpastian konflik Timur Tengah, meski ada perkembangan menuju gencatan senjata.
Indeks Jepang Nikkei 225 turun 1,75 persen dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,55 persen. S&P/ASX 200 Australia turun 0,09 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,89 persen, dan CSI 300 Tiongkok berkurang 0,17 persen.
“Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pertemuan lanjutan antara AS dan Iran kemungkinan akan berlangsung akhir pekan depan,” kata Fanny. Menurut dia, konflik antara kedua negara itu “sangat dekat untuk berakhir”.
Di sisi lain, masa gencatan senjata AS-Iran akan berakhir Selasa, 21 April 2026. Sehingga, pasar akan semakin diwarnai ketidakpastian akan seperti apa situasi setelah gencatan senjata usai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....