Nilai Rupiah terhadap Dolar AS Capai Titik Terendah Sepanjang Masa
- 13 Apr 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berlanjut pada perdagangan awal pekan ini.
- Dibuka pada posisi Rp17.133 per dolar AS, ini merupakan level terendah rupiah sepanjang masa.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berlanjut pada perdagangan awal pekan ini. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,17 persen atau 29 poin menjadi Rp17.133 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, rupiah ditutup turun 0,08 persen atau 14 poin menjadi Rp17.104 per dolar AS. “Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang masa meskipun indeks dolar AS relatif stabil di level 98," kata analis pasar uang Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, Senin, 13 April 2026.
Menurut dia, hal tersebut mencerminkan tekanan eksternal yang persisten akibat indikator ekonomi AS yang melemah dan ketidakpastian global. "Sentimen global awal pekan cenderung risk-off setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik," kata ekonom Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto.
Harga minyak kembali bertahan di atas USD100 per barel menyusul kekhawatiran penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump, juga mengancam akan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Aset berisiko berpotensi tertekan,” ucapnya. Sementara permintaan terhadap dolar AS dan aset safe haven lain, kata Rully melanjutkan, cenderung menguat.
Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga memperkirakan rupiah akan melemah. "Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya.
Menurut Lukman, ancaman Presiden Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran meningkatkan kekhawatiran pasar. “Nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak pada rentang Rp17.050-Rp17.200 per dolar AS," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....