Fluktuasi Masih Tinggi, Rupiah Berpeluang Menguat terhadap Dolar AS

  • 10 Apr 2026 09:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah di pasar spot terpantau berada di level Rp17.083 atau naik 0,04 persen
  • Dolar AS melemah karena sentimen pasar terhadap ekspektasi perdamaian di Timur Tengah. Zionis Israel minta berdamai setelah melakukan serangan brutal ke Lebanon
  • Dolar AS tertekan oleh data Personal Consumption Expenditure (PCE) atau Belanja Personal di Amerika Serikat

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah di pasar spot terpantau berada di level Rp17.083 atau naik 0,04 persen dibandingkan hari Kamis kemarin.

Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup melemah 0,46 persen atau 78 poin menjadi Rp17.090 per dolar AS. "Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS hari ini," kata Analis Pasar Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, Jumat, 10 April 2026.

Dolar AS, menurutnya, melemah karena sentimen pasar terhadap ekspektasi perdamaian di Timur Tengah. Zionis Israel minta berdamai setelah melakukan serangan brutal ke Lebanon dan menyebabkan ratusan orang tewas.

"Dolar AS juga tertekan oleh data Personal Consumption Expenditure (PCE) atau Belanja Personal di Amerika Serikat," ucap Lukman. PCE mengukur perubahan harga rata-rata barang dan jasa yang dibeli konsumen.

Data dari Bureau of Economics Analysis (BEA) menunjukkan, belanja pribadi naik 0,4 persen secara bulanan. Perkembangannya lebih rendah dari perkiraan 0,5 persen.

Secara tahunan, PCE meningkat menjadi 3 persen, sedangkan PCE Inti menurun tipis menjadi 2,8 persen. Pertumbuhan ekonomi AS 2026 juga direvisi ke bawah dari 2,6 persen (perkiraan IMF) menjadi 2,3 persen.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.000-Rp17.100 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS berada di level 98,8.

Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto menilai tekanan eksternal masih kuat terhadap rupiah. "Sehingga memperkuat stance pro-stabilitas Bank Indonesia, dengan ruang penurunan suku bunga yang terbatas," ucapnya.

Di sisi lain, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke 6,62 persen. Sementara imbal hasil SBN tenor 2 tahun turun ke 6,07 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....