IHSG Melemah di Jeda Siang, Peluang Naik Masih Ada
- 09 Apr 2026 12:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,15 persen atau 11,18 poin ke level 7.268 pada jeda siang perdagangan Kamis, 9 April 2026, setelah sebelumnya mencatat kenaikan signifikan
- Kenaikan IHSG sebesar 4,42 persen pada 8 April 2026 dipicu sentimen geopolitik global dan bersifat sementara, bukan didorong fundamental jangka panjang
- IHSG berada di fase krusial dengan level 7.200 sebagai penopang penting, berpeluang menguat ke 7.320–7.350 jika bertahan, namun tetap rentan koreksi akibat dinamika global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Kamis, 9 April 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 0,15 persen atau 11,18 poin ke level 7.268.
Sehari sebelumnya, IHSG bergerak di zona hijau dan ditutup naik 4,42 persen atau 308,18 poin ke level 7.279. Penguatan ini ditopang kenaikan harga sebanyak 623 saham harganya naik, 101 saham harganya turun dan 95 saham stagnan.
Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menilai penguatan IHSG sebelumnya dipicu sentimen geopolitik global. Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan respons pasar yang sangat cepat terhadap perkembangan eksternal.
“Lonjakan IHSG sebesar 4,42 persen ke level 7.279 pada perdagangan 8 April 2026 menjadi sinyal kuat. Pasar sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik global,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Namun, Hendra menegaskan kenaikan tersebut bukan didorong fundamental jangka panjang. “Perlu dipahami bahwa kenaikan ini lebih bersifat sentiment-driven rally,” katanya.
Hendra menambahkan kondisi tersebut membuat pasar masih rentan terhadap tekanan dan volatilitas tinggi. Sehingga, pelemahan IHSG pada pembukaan Kamis 9 April 2026 dinilai sejalan dengan potensi koreksi yang telah diingatkan sebelumnya.
Dari sisi teknikal, Hendra menyebut IHSG berada pada fase krusial dalam menentukan arah selanjutnya. “Jika mampu bertahan di atas area 7.200, maka peluang melanjutkan penguatan menuju resistance 7.320–7.350 terbuka lebar,” ucapnya.
Namun, Hendra juga mengingatkan IHSG berpotensi kembali terkoreksi jika gagal bertahan di level tersebut. Menurut dia, pasar masih berada pada fase awal pemulihan dan belum sepenuhnya stabil.
Hendra selanjutnya menekankan arah pasar sangat bergantung pada dinamika global yang masih berkembang. "Jika dalam dua minggu ke depan tidak ada kesepakatan permanen, atau bahkan terjadi eskalasi ulang, maka pasar berpotensi kembali terkoreksi,” ujar Hendra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....