Sentimen Global Membaik, IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.279
- 08 Apr 2026 17:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.
- Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 7.279,2, atau naik sebesar 308,18 poin (4,42 persen).
RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 7.279,2, atau naik sebesar 308,18 poin (4,42 persen).
Sejak awal perdagangan, IHSG terus bergerak menguat setelah dibuka pada level 7.162,4. IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi pada level 7.281,86 dan terus menunjukkan pergerakan positif.
Sepanjang hari ini, IHSG cenderung bergerak di zona hijau. Sebanyak 623 saham harganya naik, 101 saham harganya turun dan 95 saham stagnan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp22,86 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 43,06 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 2,4 juta kali transaksi.
Analis PT MNC Sekuritas , Herditya Wicaksana, menilai penguatan IHSG sejalan dengan analisis teknikal. Ia juga menyebut pergerakan tersebut turut didorong oleh sentimen global.
“Penguatan IHSG ini masih inline dengan analisis teknikal yang kami sampaikan pada report teknikal harian. Di sisi lain, penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang juga menguat setelah ada rencana gencatan selama dua minggu antara AS-Iran dan pembukaan Selat Hormuz,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan indeks ditopang sektor IDX Infra yang naik 6,27 persen dan IDX Industri sebesar 6,06 persen. Sementara dari sisi saham, penguatan nilai transaksi didorong oleh UNTR, MLPT, dan SINI.
Herditya menilai kondisi ini mencerminkan mulai pulihnya sentimen pasar. Namun, investor tetap diminta mencermati perkembangan global yang masih dinamis.
Sementara itu, pengamat pasar modal, Aswin Sharif, mengingatkan potensi koreksi pada perdagangan berikutnya. Hal ini seiring kenaikan IHSG yang cukup tinggi dalam satu hari.
“Mengingat kenaikan IHSG yang cukup tinggi, perlu diwaspadai terkait IHSG hari berikutnya yang berpotensi terkoreksi. Karena adanya investor-investor yang melakukan profit Taking,” ujarnya.
Ia menilai aksi ambil keuntungan berpotensi menahan laju penguatan indeks. Investor pun diimbau untuk tetap mencermati pergerakan pasar secara hati-hati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....