Ekspektasi Berakhirnya Perang, IHSG Ditutup Menguat bersama Bursa Saham Asia

  • 01 Apr 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau sepanjang hari ini, IHSG ditutup naik 1,93 persen atau 136 poin ke level 7.184
  • Tim Pilarmas juga menyebutkan, bursa saham Asia menguat seiring harapan berakhirnya konflik Timur Tengah. Iran memberi sinyal positif dengan tuntutan jaminan keamanan
  • Selain itu pasar menyambut baik laporan bahwa Jakarta telah mengamankan cadangan beras sebesar 4,3 juta ton untuk antisipasi El Nino

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau sepanjang hari ini. Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup naik 1,93 persen atau 136 poin ke level 7.184.

Sebanyak 475 saham harganya naik, 209 saham harganya turun, dan 135 saham stagnan. Saham sektor industrial naik paling kuat sebesar 6,11 persen, saham sektor kesehatan turun paling dalam -0,20 persen.

“Di dalam negeri, IHSG menguat mengikuti bursa Asia. Selain itu pasar menyambut baik laporan bahwa Jakarta telah mengamankan cadangan beras sebesar 4,3 juta ton,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Rabu, 1 April 2026.

Tim Pilarmas juga menyebutkan, bursa saham Asia menguat seiring harapan berakhirnya konflik Timur Tengah. Iran memberi sinyal positif dengan tuntutan jaminan keamanan.

Upaya mengamankan cadangan beras sebagai langkah antisipasi gangguan pasokan akibat El Nino. Di sisi lain, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan laju inflasi bulan Maret 2026 sebesar 3,48 persen secara tahunan.

“Laju inflasinya melambat dibandingkan bulan Februari 2026 yang sebesar 4,7 persen. Inflasi bulan Maret menjadi level terendah sejak Desember 2025, dan lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 3,6 persen,” ujar Tim Pilarmas.

Realisasi inflasi masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1,5–3,5 persen. Sementara itu, surplus perdagangan Indonesia pada bulan Februari 2026 tercatat sebesar USD1,28 miliar.

“Surplus bulan Februari 2026 turun tajam dibandingkan bulan Februari 2025 yang surplusnya mencapai USD3,09 miliar. Surplus Februari 2026 juga berada di bawah ekspektasi pasar sebesar USD1,55 miliar,” ucap Tim Pilarmas.

Hari ini, volume saham yang diperdagangkan sebanyak 31,54 miliar lembar saham. Sedangkan frekuensi perdagangan mencapai 2,01 juta kali transaksi.

Total nilai perdagangan sebesar Rp16,47 triliun dan kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp12.675 ,50 triliun. Indeks LQ45 berisi saham unggulan juga menguat, didominasi saham BUMI, NCKL, INCO, BRPT, MDKA.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....