IHSG Dibuka Terkoreksi, Asing Masih Aksi Jual
- 06 Mar 2026 10:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan hari ini di zona merah. IHSG dibuka turun ke level 7.669 dibandingkan saat penutupan perdagangan Kamis kemarin di level 7.710,53.
Di pasar saham masih terjadi net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp293 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, CUAN, BBNI, dan INCO.
Penurunan IHSG dalam pembukaan perdagangan hari ini sudah diprediksi analis pasar Modal. "IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini," ucap Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat, 6 Maret 2026.
Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sentimen di bursa saham global yang beragam. Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat melemah pada Kamis kemarin, sedangkan bursa saham Asia Pasifik cenderung menguat.
"Kenaikan harga minyak di tengah memanasnya konflik Iran menimbulkan kekhawatiran investor terhadap dampak pada ekonomi global," kata Fanny terkait pelemahan bursa saham di AS. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,61 persen, S&P 500 turun 0,56 perse dan Nasdaq Composite melemah 0,26 persen.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat menembus USD80 per barel. Harga minyak naik setelah Iran mengklaim menyerang kapal tanker minyak dengan rudal.
Harga minyak Brent naik hampir 5 persen dan ditutup di level US$ 85,41 per barel. Di sisi lain, AS kemungkinan akan menerapkan tarif global baru 15 persen mulai pekan depan.
Sementara itu, di kalangan investor di Asia Pasifik kekhawatiran akan harga minyak mulai mereda. Investor juga menyoroti pertemuan kebijakan besar di China yang dikenal dengan “Two Sessions”.
Sehingga mayoritas bursa saham Asia mayoritas menguat pada Kamis kemarin. Penguatan bursa Asia dipimpin indeks di Korea Selatan yang melonjak lebih dari 14 persen.