IHSG Sentuh Level Terendah, Ditutup Turun Hingga 4,57 Persen
- 04 Mar 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan hari ini hingga penutupan perdagangan. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup turun hingga 4,57 persen atau 362 poin ke level 7.577.
Sebanyak 734 saham harganya turun, hanya 54 saham yang harganya naik, dan 33 saham stagnan. Saham sektor bahan baku turun paling dalam sebesar -7,42 persen.
"IHSG menandai penurunan tiga sesi berturut-turut, menyentuh level terendah dalam hampir enam minggu terakhir," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Rabu, 4 Maret 2026. Penurunan disebabkan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan laporan terbaru Fitch Ratings.
Fitch merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Namun tetap mempertahankan rating di level BBB (investment grade).
Hari ini volume saham yang diperdagangkan sebanyak 53,61 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3,30 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan hari ini sebesar Rp29,72 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp13.549,42 triliun.
Sepanjang hari ini Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga bergerak melemah. Saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya AMMN, INKP, INCO, CPIN, ANTM.
Tim Analis Pilarmas menyebut, bursa Asia juga dominasi pelemahan dalam penutupan perdagangan hari ini. "Eskalasi perang di Timur Tengah memicu aksi jual luas di seluruh kawasan," kata Tim Pilarmas.
Konflik meluas setelah Israel menyerang target di Lebanon. Sementara Iran meningkatkan serangan rudal dan drone ke Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Bahrain.
"Kekhawatiran akan dampak perang meningkat, terhadap harga energi dan inflasi. Ekspektasi suku bunga juga semakin mengguncang sentimen investor," ucap Tim Pilarmas.
Sementara itu, di Tiongkok, data resmi menunjukkan sektor manufaktur dan jasa Tiongkok mengalami kontraksi. Kontraksi terjadi untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari 2026 karena libur imlek yang mempengaruhi aktivitas ekonomi.