Rupiah Berisiko Makin Lemah Dipengaruhi Sikap 'Hawkish' the Fed

  • 25 Feb 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan hingga jelang jeda perdagangan siang ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada Rabu, 25 Februari 2025 pagi rupiah dibuka melemah tipis 0,02 persen ke posisi Rp16.832 per dolar AS.

Sementara pada Selasa kemarin, rupiah juga ditutup melemah di posisi Rp16.828 per dolar AS. "Hari ini rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah beberapa pernyataan 'hawkish' (ketat) dari pejabat the Fed," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Pernyataan the Fed tersebut terkait prospek pemangkasan suku bunga dengan mempertimbangkan laju inflasi. Sikap di kalangan pejabat the Fed masih terbelah antara memangkas suku bunga atau mempertahankannya di level saat ini.

Namun, lanjut dia, pelemahan mungkin terbatas, karena investor cenderung 'wait and see' menjelang perundingan AS-Iran. Pelaku pasar juga akan pidato mencermati pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump hari ini waktu setempat.

Sementara itu, dolar AS hari ini berada di level 97,7, melemah dibandingkan level pada Senin, 23 Februari 2026 kemarin. "Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.750-Rp16.900 per dolar," ucap Lukman.

AS dan Iran akan memulai kembali perundingan di Jenewa, Swiss pada Kamis waktu setempat. Perundingan kali ini memasuki putaran ketiga, dan belum ada tanda-tanda kedua belah pihak akan mencapai titik temu.

AS bersikap agresif dengan melontarkan ancaman-ancaman serangan. Sedangkan bersikap defensif dan menegaskan akan melakukan serangan balasan, kalau AS menyerang lebih dulu.

Situasi itu semakin menambah ketidakpastian global, yang berdampak pada pasar keuangan global. Termasuk pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....