Rupiah Makin Melemah akibat Tekanan Dolar AS

  • 19 Feb 2026 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah 0,06 persen atau 10 poin dalam penutupan perdagangan hari ini. Sehingga posisi nilai tukar rupiah menjadi Rp16.894 per dolar AS.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar masih fokus pada perkembangan di Timur Tengah. Sentimen pasar ini mendorong penguatan dolar AS, yang berimbas pada nilai tukar yang melemah.

Perundingan AS-Iran kembali menemui jalan buntu. AS menyebut Iran gagal memenuhi tuntutan utama AS terkait program nuklir Iran.

“Washington memberik waktu dua minggu pada Iran untuk memberikan respons. Sementara aktivitas militer di kawasan Teluk meningkat, sehingga pasar mengkhawatirkan adanya kerentanan pasokan,” kata Ibrahim, Kamis, 19 Februari 2026.

Sementara itu, risalah pertemuan the Fed bulan Januari mengindikasikan adanya perbedaan pendapat soal kebijakan suku bunga. Para pembuat kebijakan secara umum sepakat bahwa risiko inflasi tetap cenderung menguat.

“Tetapi mereka berbeda pendapat tentang seberapa ketat kebijakan yang harus diterapkan. Mereka juga beda pendapat soal berapa lama suku bunga harus tetap tinggi,” ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap usulan Dana Moneter Internasional (IMF). IMF mengusulkan agar Indonesia menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) karyawan atau PPh21 untuk membendung defisit anggaran.

Namun Menteri Keuangan Purbaya menolak usulan IMF itu, karena optimis defisit anggaran bisa dipertahankan di bawah 3 persen. Purbaya menegaskan tidak akan menaikkan tarif pajak sebelum perekonomian Indonesia benar-benar kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....