Rupiah Tergelincir Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS
- 19 Feb 2026 12:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot sejak pembukaan perdagangan hari ini dan berlanjut hingga menjelang jeda siang. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 12.00 WIB, nilai tukar rupiah nyaris menembus Rp17.000 per dolar AS.
Posisi rupiah terpantau di posisi Rp16.919, turun 0,21 persen terhadap dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS naik ke level 97,65 dibandingkan hari Rabu kemarin.
Pelemahan rupiah sesuai perkiraan para analis. "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup besar," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Kamis, 19 Februari 2026.
Dolar AS menguat signifikan setelah rilis data-data ekonomi di Amerika Serikat. "Diantaranya data sektor perumahan, manufaktur dan penjualan barang tahan lama yang lebih kuat dari perkiraan," ucap Lukman.
Rilis risalah pertemuan the Fed bulan Januari 2026 juga bernada hawkish (ketat) yang membuat dolar AS makin melejit. Sementara itu, di dalam negeri, pelaku pasar justru mengantisipasi kemungkinan sikap dovish (longgar) Bank Indonesia (BI).
BI akan mengumumkan kebijakan suku bunga siang ini setelah menggelar rapat Dewan Gubernur BI selama dua hari ini. "Rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.850-Rp17.000 per dolar AS hari ini," ujar Lukman.
Sementara itu, Tim Analis Mirae Asset Sekuritas mencatat mata uang rupiah menjadi salah satu yang terlemah di kawasan. Sepanjang bulan Februari, rupiah melemah sebesar 0,6 persen.
"Rupiah melemah di tengah penantian keputusan suku bunga BI dan kekhawatiran disiplin fiskal. Kami memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Fokus BI, lanjutnya, masih pada stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global dan penguatan indeks dolar AS. Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun, turun menjadi 6,39 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....