Pasar Tunggu Keputusan BI, IHSG Dibuka di Zona Hijau

  • 19 Feb 2026 10:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada pembukaan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Sesuai pemantauan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di zona hijau, naik 0,57 persen ke level 8.357.

Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, IHSG naik 1,19 poin ke level 8.310 disertai aliran masuk modal asing. Net buy (beli bersih) saham oleh investor asing tercatat sebesar Rp467 miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BBRI, UNTR, AADI, dan EMAS. "Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatan," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis 19 Februari 2026.

Menurut dia, IHSG akan bergerak pada rentang 8.350-8.430 untuk level resistansi. Sedangkan untuk level support di rentang 8.180-8.230.

Rilis risalah pertemuan The Fed per Januari 2026 diperkirakan akan mempengaruhi sentimen pasar. Demikian pula pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang berlangsung Kamis 19 Februari 2026 siang.

"Risalah rapat The Fed menunjukkan para pejabat bank sentral AS hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga," ujar Fanny. Meskipun, lanjut dia, terdapat perbedaan pandangan terkait arah kebijakan selanjutnya.

Dari dalam negeri, rapat Dewan Gubernur BI diperkirakan masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan. "Kami memperkirakan suku bunga BI masih akan tetap dipertahankan pada level 4,75 persen," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Menurut dia, BI masih akan memprioritaskan stabilitas nilai tukar di tengah pelemahan rupiah. Upaya itu dilakukan antara lain dengan menawarkan kenaikan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Ini berlaku untuk semua tenor pada dua lelang pekan lalu. "Tujuannya untuk menjaga daya tarik aset rupiah dan mempertahankan spread yang kompetitif terhadap obligasi AS," ucapnya.

Namun, Rully melihat masih ada tekanan pada rupiah dari sisi inflasi. "Inflasi menunjukkan tren kenaikan menjelang Ramadan dan Lebaran sehingga ruang pelonggaran tambahan menjadi terbatas," ujarnya.

Menurut Rully, IHSG yang menguat mengindikasikan membaiknya sentimen pasar terhadap aset domestik jelang keputusan BI. Penguatan IHSG yang cukup signifikan merupakan yang pertama kalinya sejak pekan lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....