Ingin Tukar Uang Buat Lebaran, Cek Jadwal Pemesanannya
- 15 Feb 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang layak edar sebanyak Rp185,6 triliun untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang pecahan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia dalam merayakan lebaran.
"Dari jumlah Rp185,6 triliun itu, sebanyak Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan," kata Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, Sabtu 14 Februari 2026. Ini termasuk untuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.
Menurut Ricky, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan menguatnya akivitas dan konsumsi rumah tangga. Selain itu karena kebutuhan sistem pembayaran tunai dan nontunai yang diperkirakan meningkat selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Khusus untuk penukaran uang, BI menyiapkan Rp8,6 triliun dengan nominal Rp5,3 juta per paket. "Layanan penukaran uang tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan oleh BI dan perbankan seluruh Indonesia," ujar Ricky.
Layanan dapat diakses melalui kas keliling dan kantor bank umum serta tempat penukaran terpadu di sejumlah lokasi strategis. Misalnya rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.
"Khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan dilaksanakan pada 12-15 Maret 2026," ucap Ricky. Sedangkan lokasinya berada di Gelora Bung Karno (GBK) Basket Hall, Senayan, Jakarta.
Masyarakat yang ingin menukar uang harus melakukannya melalui aplikasi PINTAR. Menurut Ricky, pemesanan untuk penukaran uang bertujuan menjamin layanan yang lebih adil dan merata.
Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran uang sesuai kebutuhan. Pembukaan kuota penukaran akan dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama berlangsung pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa. Sedangkan untuk wilayah luar Pulau Jawa dimulai pada 14 Februari 2026 pukul 8.00 WIB.
Sedangkan tahap kedua pemesanan penukaran uang dimulai pada 26 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk Pulau Jawa. Sedangkan untuk luar Pulau Jawa dimulai pada 27 Februari 2026 pukul 8.00 WIB.
Menurut Ricky, di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama periode Idulfitri, BI mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital. Misalnya mobile dan internet banking, termasuk transfer dana menggunakan BI-FAST dan QRIS.
Ricky juga mengimbau masyarakat untuk selalu cermat mengenali ciri keaslian uang rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Selain itu mereka juga diminta untuk merawat uang rupiah dengan prinsip 5J.
"Artinya jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler dan jangan dibasahi," ujarnya. Ricky menekankan peran masyarakat dalam bertransaksi secara bijak dapat memperkuat kelancaran sistem pembayaran periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....