Rupiah Melemah Tipis Terhadap Dolar AS
- 02 Feb 2026 23:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,07 persen atau 12 poin menjadi Rp16.798 per dolar AS.
Dinamika seputar sosok Kevin Warsh masih mempengaruhi sentimen pasar. Warsh adalah sosok pilihan Trump untuk menjadi ketua the Fed selanjutnya setelah berakhirnya masa tugas Jerome Powell.
Tugas Powell sebagai ketua the Fed akan berakhir bulan Mei mendatang. "Ketua Fed pekan lalu mendesak penggantinya untuk tidak terjebak dalam politik," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Senin 2 Februari 2026.
Baca Juga:
IHSG Ditutup Anjlok 406 Poin ke Level 7.922
Surplus Neraca Perdagangan 2025 Meningkat, Ditopang Perdagangan Nonmigas
Spekulasi akan seperti apa kebijakan Warsh bermunculan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan suku bunga the Fed. Sebagian beranggapan Warsh akan mengikuti kemauan Trump untuk menurunkan suku bunga.
"Sebagian lagi memeprkirakan kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar," ucap Ibrahim. Warah dinilai juga akan memberi perhatian pada melemahnya pasar tenagah kerja dan stabilitas harga dalam perekonomian AS.
Sementara itu, kampanye Trump soal Iran terus berlanjut dan mengklaim telah melakukan pembicaraan serius dengan pejabat Iran. Pada saat yang sama, Iran dikabarkan tidak memiliki rencana melakukan latihan militer di Selat Hormuz, menjadi tanda-tanda de-eskalasi.
Di dalam negeri, pelaku pasar mencerna rilis sejumlah data ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Neraca perdagangan Indonesia dari Januari-Desember 2025 membukukan surplus sebesar USD 41,05 miliar.
BPS juga melaporkan laju inflasi tahun ke tahun (yoy) pada Januari 2026 tercatat mencapai 3,55 persen. Inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tinggi 11,93 persen.
Secara bulanan, pada Januari 2026, justru terjadi deflasi sebesar 0,15 persen. Penyumbang utama deflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan andil inflasi 0,30 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....