Surplus Neraca Perdagangan 2025 Meningkat, Ditopang Perdagangan Nonmigas

  • 02 Feb 2026 17:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID Jakarta -  Neraca perdagangan Indonesia membukukan kinerja yang positif sepanjang tahun 2025. Sehingga membukukan surplus sebesar USD41,05, meningkat USD9,72 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Surplus tersebut berasal dari nilai ekspor dari Januari-Desember 2025 sebesar USD282,91 miliar, meningkat 6,15 persen dibandingkan tahun 2024. Sedangkan nilai impor sebesar USD241,86 milia, meningkat 2,93 persen dibandingkan tahun 2024.

“Sehingga neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono. Hal ini disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta, Senin 2 Februari 2026.

Baca Juga:

BPS: Januari 2026 Terjadi Deflasi 0,15 Persen

Menurut Ateng, surplus neraca perdagangan sepanjang tahun 2025 ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD60,75 miliar. Sedangkan neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD19,7 miliar, menurun USD700 juta dibandingkan defisit tahun 2024.

“Untuk perdagangan migas dan nonmigas, ada tiga negara penyumbang surplus terbesar, yakni AS, India dan Filipina. Tapi dengan Tiongkok, Australia dan Singapura, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit paling besar,” ujar Ateng.

Komoditas yang memberikan kontribusi surplus terbesar pada neraca perdagangan antara lain lemak dan minyak hewan nabati. Kontribusi dari komoditas lainnya adalah bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta alas kaki.

Komoditas yang memberikan kontribusi defisit  terbesar antara lain, mesin dan peralatan mekanis. Komoditas lainnya adalah mesin dan perlengkapan elektrik,  plastic dan barang plastik, instrumen optik dan fotograf dan serelia.

Sementara itu, neraca perdagangan bulan Desember 2025 secara tahunan juga suplus sebesar USD2,51 miliar. Jumlah itu meningkat USD420 juta dibandingkan bulan yang sama tahun 2024. 

Ekspor bulan Desember 2025 secara tahunan naik 11,64 persen dibandingkan Desember 2025. Sedangkan impornya naik 10,81 persen , ditopang oleh peningkatan impor nonmigas utamanya impor barang modal yang naik 34,66 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....