Pembukaan Perdagangan Awal Pekan, IHSG Kembali Anjlok

  • 02 Feb 2026 10:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya otoritas pasar modal dan keuangan tampaknya belum mampu menaikkan sentimen positif pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali anjlok pada pembukaan perdagangan Senin 2 Februari 2026.

IHSG dibuka pada level 8.306 dan selanjutnya terus bergerak turun menuju zona merah. Pada pukul 10.00 WIB, IHSG bahkan jatuh lebih dari 4 persen ke level 7.904.

Baca juga: BEI: Data Kepemilikan Saham Mulai Dipublikasikan Hari Ini

Baca juga: Rosan Ungkap Harapan Investor terhadap Transparansi Kepemilikan Saham

Para analis memperkirakan volatilitas IHSG masih akan tinggi. "Ini seiring sentimen pembekuan sementara proses rebalancing MSCI," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Kebijakan itu memicu kekhawatiran atas status dan investability pasar modal Indonesia. Di sisi lain terdapat  risiko domestik yang mencakup pelemahan rupiah dan persepsi risiko kebijakan yang sebelumnya telah menumpuk. 

Tim Mirae mencatat masih terjadinya aliran keluar modal asing di bursa saham Indonesia. Secara kumulatif, aksi jual selama empat hari terakhir ini mencapai Rp14 triliun.

Sedangkan Tim Analis BNI Sekuritas juga memperkirakan IHSG masih rentan terkoreksi. "Rentan terkoreksi belum menembus level di atas 8.420," kata Head Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Menurut dia, pergerakan IHSG berkisar pada 8.050-8.220 untuk level support. Sedangkan di level resistansi IHSG akan bergerak pada level 8.400-8.420.

Sementara itu, pergerakan indeks saham global dipengaruhi perkembangan di Amerika Serikat (AS). Misalnya, pilihan Presiden AS, Donald Trump, terhadap Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed yang baru.

Pernyataan Trump membuat indeks saham di AS melemah akhir pekan kemarin. Begitu pula dengan indeks saham di kawasan Asia yang ditutup melemah pada akhir pekan.

"Pelaku pasar mencerna sikap Trump yang mendukung kesepakatan bipartisan untuk mencegah penutupan pemerintahan (government shutdown)," kata Fanny. "Ini ditambahkan pernyataannya yang telah menentukan kandidat untuk memimpin The Fed yaitu Kevin Warsh."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....