BEI: Data Kepemilikan Saham Mulai Dipublikasikan Hari Ini

  • 01 Feb 2026 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen untuk meningkatkan transparansi guna menarik lebih banyak investor asing. BEI juga akan memperluas klasifikasi investor berkerja sama  dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

“Kami akan melakukan pendalaman pasar dari sisi demand dengan melengkapi disclosure (transparansi) data. Khususnya data kepemilikan saham di bawah 5 persen,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Minggu 1 Februari 2026.

Baca Juga:

Rosan Ungkap Harapan Investor terhadap Transparansi Kepemilikan Saham

Asosiasi Emiten Dukung Reformasi Pasar Modal Disertai Insentif

Publikasi data kepemilikan saham di bawah 5 persen akan dimulai bulan Februari 2026.  Publikasi ini, menurut Jeffry sesuai praktif terbaik global dan membuat bursa saham Indonesia setara dengan bursa global lainnya.

Selain itu, BEI bekerja sama dengan KSEI akan menambah klasifikasi tipe investor dengan lebih detil. Sehingga ada kejelasan profil investor yang melakukan transaksi di pasar modal Indonesia dengan lebih komprehensif.

Langkah tersebut merupakan bagian untuk memenuhi harapan dari Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI). Menurut Jeffrey, katagori investor yang akan ditambahkan diantaranya Sovereign Wealth Fund (SWF), Private Equity (PE), Investment Advisor dan Discretionary Fund.

“Kami akan melakukan sosialisasi mengenai hal tersebut pada para pelaku pasar pada minggu ini. Untuk itu, pelaku pasar, kustodian bank dan seluruh pemangku kepentingan, melakukan remapping untuk kebutuhan klasifikasi investor tersebut,” ujar Jeffrey.

Proses remapping ditargetkan selesai paling lambat bulan April 2026, sebelum batas waktu yang ditetapkan MSCI. BEI menyatakan akan terus melakukan sosialisasi terkait perkembangan bursa terkini, dan menjamin kepastikan iklim investasi di pasar modal Indonesia.

Jefrrey juga mengatakan, operasional BEI akan berjalan normal Senin (2 Februari 2026). Mulai dari kesiapan sistem perdagangan, pelayanan dan pengambilan keputusan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....