IHSG Ditutup Menguat Terbatas, Ditopang Saham Sektor Teknologi

  • 27 Jan 2026 21:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI. CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan hari ini. Namun menjelang detik-detik penutupan perdagangan, IHSG kembali ke area hijau.

Sehingga IHSG pada hari ini, ditutup naik tipis 0,05 persen atau 5 poin ke level 8.980. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 420 saham harganya turun dan 299 saham harganya naik.

“IHSG ditutup menguat terbatas pada perdagangan hari inii, setelah sempat bergerak melemah. Saham sektor teknologi membukukan penguatan terbesar (2,14 persen),  sedangkan saham sektor industri mengalami koreksi terbesar (-3.45 persen),” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa 27 Januari 2026.

Baca Juga:

Rupiah Kembali Naik di Tengah Kekhawatiran Pasar Global

Sentimen Pasar Beragam, Nilai Tukar Rupiah Berbalik Loyo

Di antara saham yang turun signifikan, menurut Tim Phintraco, adalah saham UNTR dan ASII, sehingga membebani IHSG. “Penurunan dipicu kabar bahwa ada potensi Danantara mengambil alih 28 perusahaan yang dicabut izinnya karena bencana di Sumatra,” ucapnya.

Di sisi lain beberapa saham yang mengalami tekanan jual selama beberapa hari terakhir, berbalik menguat. Penguatan ini  membatasi pelemahan IHSG lebih lanjut, sehingga IHSG ditutup menguat tipis.

Hari ini, volume saham yang diperdagangkan sebanyak 55,23 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3,24 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp 27,39 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp16.351 triliun.

Sementara itu, Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, bursa saham di kawasan Asia mayoritas ditutup menguat hari ini. Penguatan ditopang rilis data keuntungan industri di Tiongkok.  

Laba perusahaan di sektor industri naik 0,6 persen pada tahun 2025, setelah tiga tahun beruntun membukukan penurunan. “Ini adalah keberhasilan pemerintah Tiongkok dalam mengendalikan persaingan harga yang agresif,” kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas.

Selain itu, perusahaan-perusahaan Tiongkok juga aktif mencari pertumbuhan di luar negeri di tengah lemahnya permintaan domestik. Profit industrial tercatat naik menjadi 5,3 persen secara tahunan pada Desember 2025. 


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....