Sentimen Pasar Beragam, Nilai Tukar Rupiah Berbalik Loyo
- 27 Jan 2026 11:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah berbalik melemah pada pembukaan perdagangan Selasa 27 Januari 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,07 persen atau 12 poin menjadi Rp16.794 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sehari sebelumnya, rupiah ditutup naik 0,23 persen atau 38 poin menjadi Rp16.782 per dolar AS. Meski mengalami penurunan, rupiah berpeluang untuk terapresiasi melanjutkan penguatan dalam beberapa hari terakhir.
"Nilai tukar rupiah kemungkinan akan terapresiasi ke Rp16.700 per dolar AS," kata analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana. Menurut dia, ada sejumlah faktor yang dapat mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Baca juga: Rupiah Kian Perkasa di Posisi Rp16.782 per Dolar AS
Penurunan risiko perang dagang menjadi sentimen positif pasar seiring pernyataan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Menurut dia, Kanada tidak berniat menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok.
Pernyataan itu dilontarkan menyusul ancaman Presiden AS, Donald Trump. Dia menyatakan akan mengenakan tarif dagang 100 persen jika Kanada melakukan perdagangan dengan Tiongkok.
Menurut Fikri, pelaku pasar juga sedang menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC). "Ini akan menentukan suku bunga kebijakan The Fed dan arah kebijakan moneter AS," ucapnya.
Fikri menambahkan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan menentukan sentimen pasar. Demikian pula dengan lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang akan menentukan pergerakan nilai tukar rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....