Pramono Optimistis Bank Jakarta Segera IPO Tahun Depan

  • 24 Jan 2026 21:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, - Gubernur DKI Pramono Anung optimistis Bank Jakarta segera melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tahun depan. Optimisme tersebut didasarkan pada penguatan budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan.

Hal itu disampaikan Pramono saat rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis 22 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama bagi Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai perusahaan terbuka.

Menurut Pramono, budaya kerja harus dibangun sejak dini dan melekat pada seluruh insan Bank Jakarta. Corporate culture yang kuat akan menentukan arah, kualitas kinerja, serta daya saing perusahaan, khususnya dalam menghadapi tuntutan transparansi sebagai emiten.

“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu 24 Januari 2026. Selain budaya kerja, Pramono juga menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart.

Ia menilai sektor perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan. “Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” katanya.

Pramomo menambahkan, teamwork yang cerdas, disiplin, dan ditopang budaya organisasi yang kuat akan mendorong terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih transparan.

“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

Pramono juga meminta manajemen Bank Jakarta untuk mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi. Menurutnya, birokrasi yang berlebihan tidak boleh tumbuh dalam entitas bisnis karena dapat menurunkan daya saing serta kepercayaan publik.

“Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan,” ucapnya. Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa kepercayaan (trust) merupakan kunci utama dalam dunia usaha.

Ia berharap Bank Jakarta mampu memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” ujar Pramono.

Dengan menanamkan nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi. Serta kemampuan problem solving dalam budaya kerja, Pramono optimistis Bank Jakarta dapat melantai di bursa pada tahun depan.

“Saya yakin mudah-mudahan tahun depan Bank Jakarta sudah IPO, menjadi milik publik, dipercaya publik. Dan teamwork-nya semakin solid serta berorientasi memberi kontribusi bagi Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta. Khususunya. dalam memperkuat corporate culture sekaligus mematangkan persiapan IPO.

Agus mengungkapkan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026. Guna memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor. Kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” ujar Agus.

Inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal melalui pengembangan dua data center modern, perbaikan sistem inti perbankan. Serta penguatan keamanan siber yang ditargetkan rampung pada September 2026.

Inisiatif kedua mencakup pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang dirancang lebih aman, cepat, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi tersebut ditargetkan meluncur pada Juni 2026 setelah memenuhi seluruh ketentuan regulator.

Adapun inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk melalui persiapan peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru. Sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....