Dolar Masih Menguat, Rupiah Makin Terpuruk

  • 13 Jan 2026 12:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rupiah masih melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,11 persen menjadi Rp16.874 per dolar AS.

Sedangkan pada penutupan perdagangan Senin kemarin, rupiah turun 0,21 persen menjadi Rp16.855 per dolar AS. "Hari ini nilai tukar rupiah masih akan terdepresiasi tipis ke Rp16.870 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Awal Pekan, Rupiah Terus Melemah terhadap Dolar AS

Menurutnya, kecenderungan risk-off pelaku pasar makin tinggi mencermati perkembangan di Iran. Utamanya, setelah parlemen Iran menyampaikan peringatan terhadap AS dan Israel karena campur tangannya dalam kekisruhan di Iran.

Baca juga: Kekhawatiran Pasar Meningkat, Rupiah Makin Tak Berdaya

Beberapa hari ini, Iran dilanda aksi protes warganya menuntut perbaikan perekonomian di Iran. Namun aksi protes itu disusupi agen-agen Israel dan AS sehingga menimbulkan kekacauan di dalam negeri Iran.

Saat ini situasi di Iran tetap terkendali, aksi unjuk rasa sudah mereda dan aktivitas masyarakat juga berangsur pulih. Sementara itu, ketegangan geopolitik menyebabkan harga emas dunia kembali naik.

Harga emas sudah mencapai level tertinggi sepanjang masa. Hari ini, harga emas dunia berdasarkan data Bloomberg berada di level USD4.595 per troi ons.

"Ekspektasi pasar akan membaiknya pasar saham di negara maju juga semakin meningkat. Bursa saham Amerika Serikat dan beberapa bursa saham di Eropa mencapai level tertinggi sepanjang masa (all time high)," ujar Fikri.

Di sisi lain, pertikaian the Fed dan Presiden Trump semakin meruncing terkait independensi bank sentral AS. Ketua the Fed, Jerome Powell mengatakan, Presiden Trump telah melakukan intervensi terhadap the Fed.

Sementara, Trump melontarkan ancaman pidana terhadap Powell karena tidak juga menurunkan suku bunga. Trump sejak lama menuntut Ketua the Fed agar menurunkan suku bunga dengan alasan agar perekonomian AS lebih menggeliat.

Untuk posisi dolar AS, hari ini menguat di level 98,95. "Di dalam negeri, hari ini lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI)," kata Fikri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....