Pasar Tunggu Rilis Data Ekonomi, Rupiah Makin Melemah

  • 08 Jan 2026 09:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pelemahan nilai tukar rupiah masih berlanjut pada pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.30 WIB, rupiah dibuka melemah 0,11 persen atau 19 poin menjadi Rp16.799 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, rupiah melemah 0,13 persen ke posisi Rp16.780 per dolar AS. Analis Pasar Uang, Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berisiko melemah hari ini.

"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh dolar AS yang kembali menguat," ujarnya, Kamis (8/1/2026). Posisi dolar AS hari ini berada di level 98,68 menguat 0,07 persen dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Baca Juga:

Penutupan Perdagangan, Rupiah Makin Anjlok

BI Ungkap Alasan Ganti JIBOR dengan INDONIA

Menurut Lukman, meski rupiah berisiko melemah terhadap dolar AS, pelemahannya terbatas. Kondisi itu disebabkan sikap pelaku pasar yang 'wait and see' terhadap sejumlah data ekonomi yang akan dirilis.

Bank Indonesia hari ini dijadwalkan akan merilis posisi cadangan devisa Indonesia. Menteri Keuangan hari ini akan mengumumkan realisasi penggunaan APBN. 

Dari sisi eksternal, pasar juga menantikan data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat (AS). Khususnya, data perkembangan pasar tenaga kerja di AS seperti jumlah lowongan kerja dan permintaan terhadap tenaga kerja.

Para analis memperkirakan dua data tersebut akan mengalami penurunan, yang mengindikasikan adanya tekanan di sektor tenaga kerja. Laporan penggajian pekerja non-pertanian atau Non-Farm Payrolls (NFP) Jumat besok juga menjadi perhatian pasar.

Di sisi lain, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan, aktivitas sektor jasa secara tak terduga meningkat pada Desember. Data ekonomi dalam dan luar negeri tersebut akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Fluktuasi rupiah masih tinggi dengan kecenderungan melemah. "Hari ini rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran  Rp16.700-Rp16.850 per dolar AS," kata Lukman menutup analisisnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....