IHSG Ditutup Turun Signifikan, Terdampak Pelemahan Rupiah

  • 18 Des 2025 23:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam penutupan perdagangan hari ini. IHSG terpantau turun signifikan 0,68 persen atau 59 poin ke level 8.618.

Sebanyak 481 saham harganya turun, 266 saham harganya naik dan 261 saham stagnan. "Saham sektor barang konsumen primer naik paling kuat (0,16 persen), saham sektor barang sekunder turun paling dalam (-2,18 persen)," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga:

Rupiah Ditutup Anjlok ke Posisi Rp16.723/Dolar AS

Defisit APBN November 2025 Melebar Jadi Rp560,3 Triliun

Tim Pilarmas juga mengatakan, IHSG melemah seiring dengan pelemahan rupiah. Kondisi ini meningkatkan spekulasi bahwa Bank Indonesia akan segera melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga.

Menurut Tim Pilarmas, BI mempertahankan suku bunga acuannya 4,75 persen untuk ketiga kalinya, belum mampu mendorong penguatan rupiah. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan masih terbuka.

"Karena BI melihat prospek inflasi yang tetap rendah serta kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ucap Tim Pilarmas. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, BI masih menjalankan strategi intervensi di pasar domestik maupun luar negeri.

Hari ini, saham-saham unggulan yang berada dalam Indeks LQ45 juga bergerak melemah. Saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya EMTK, AMMN, EXCL, MDKA, dan SCMA.

Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 36,94 miliar lembar, dengan frekuensi perdagangan 2,72 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp23,73 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.776 triliun.

Di kawasan Asia, bursa saham bergerak beragam karena para investor menantikan rilis tingkat suku bunga dari berbagai bank sentral. Di Inggris hari Bank of England diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen.

"Pelaku pasar semakin meyakini bank sentral mendekati akhir siklus pelonggaran. Kemungkinan hanya ada satu kali tambahan pemangkasan suku bunga yang sepenuhnya diperhitungkan untuk tahun depan," kata Tim Pilarmas.

Di Eropa, European Central Bank hari ini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman teta. Kebijakan ini sudah berlangsung selama empat pertemuan berturut-turut pada Desember 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....