Defisit APBN November 2025 Melebar Jadi Rp560,3 Triliun

  • 18 Des 2025 21:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 hingga November 2025 masih terjaga. Meskipun defisitnya melebar dibandingkan defisit bulan sebelumnya.

“Defisit APBN tercatat sebesar Rp560,3 triliun atau 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini masih dalam batas yang terkelola dan sesuai disain APBN 2025,” kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga:

Ketersediaan Uang Tunai untuk Nataru dan Daerah Bencana

Kemenkeu Komitmen Dukung Kanal ‘Pengaduan’ Debottlenecking

Sementara itu, keseimbangan primes mencatat defisit sebesar Rp82,2 triliun. “Ini menunjukkan pengelolaan yang tetap prudent (hati-hati) di tengah berbagai tantangan global,” ucap Menkeu.

Berdasarkan data Kemenkeu, realisasi Pendapatan Negara hingga November 2025 mencapai Rp2.351,5 triliun atau 82,1 persen dari laporan semester (lapsem). Sedangkan Belanja Negara sudah terealisasi sebesar 82,5 persen dari lapsem atau Rp2.911,8 triliun.

“APBN akan tetap menjadi instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. APBN juga akan dikelola dengan sehat dan adaptif, terutama untuk perlindungan masyarakat dan penanganan bencana di Sumatra,” ujar Menkeu Purbaya.

Defisit bulan November 2025, melebar dibandingkan defisit bulan Oktober yang tercatat sebesar Rp479,7 triliun atau 2,02 persen terhadap PDB. Dipekirakan defisit masih akan bertambah di sisa dua minggu ke depan.

Kementerian Keuangan masih optimis, defisit APBN hingga akhir tahun akan sesuai perkiraan (outlook). “Perkiraannya masih sesuai target yang kita punya, defisitnya 2,78 persen terhadap PDB di tahun 2025,” kata Dirjen Strategi Ekonomi dan dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu.

Kemenkeu, tambah Febrio, masih terus melakukan kalibrasi di sisa dua minggu ke depan. Namun dari perkembangan belanja negara dan pendapatan negara, defisit tahun ini tidak melebihi target yang telah ditetapkan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....