BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Melemah

  • 17 Des 2025 21:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melemah dalam penutupan penutupan perdagangan hari ini. Pelemahan dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga atau BI Rate 4,75 persen di bulan Desember ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,02 persen atau 3 poin menjadi Rp16.694 per dolar AS. "BI mempertahankan suku bunga kebijakan sembari waspada, dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga:

Ketersediaan Uang Tunai untuk Nataru dan Daerah Bencana

Kemenkeu Komitmen Dukung Kanal ‘Pengaduan’ Debottlenecking

Dari sisi eksternal, data ekonomi AS yang beragam di hari Selasa, mempengaruhi pergerakan mata uang. Utamanya data penggajian non-pertanian dan tingkat pengangguran yang lebih tinggi.

Tingkat pengangguran AS mencapai level tertinggi dalam empat tahun. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap perekonomian Negeri Paman Sam itu

"Tanda-tanda pendinginan ekonomi AS semakin diperkuat oleh data indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih lemah dari perkiraan. Sementara data penjualan ritel bulan Oktober juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Ibrahim.

Data yang lemah ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar keuangan AS. Terutama setelah the Fed melanjutkan pembelian obligasi pemerintah, yang disebut "pelonggaran kuantitatif" pada bulan Desember.

"Fokus pasar sekarang tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen yang akan dirilis hari Kamis. Setiap tanda pendinginan inflasi akan dipantau secara cermat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait perekonomian AS.

Dari sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Venezuela semakin meruncing. Selasa kemarin, Trump memerintahkan blokade terhadap semua kapal tanker minyak yang masuk dan keluar Venezuela.

Trump bahkan menyebut penguasa negara itu sebagai organisasi teroris asing. Tindakan Trump menambah ketegangan situasi geopolitik yang makin memicu ketidakpastian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....