IHSG Ditutup Turun, Ikut Tertekan Pelemahan Rupiah

  • 15 Des 2025 20:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menurun dalam penutupan perdagangan hari ini, Senin (15/12/2025). IHSG tercatat turun 0,13 persen atau 10,83 poin ke level 8.649,66.

Sebanyak 329 saham harganya turun, 340 saham harganya naik dan 132 saham stagnan. “Saham sektor kesehatan naik paling tinggi (3,50 persen), saham sektor energi turun paling dalam (3,45 persen),” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Senin (15/12/2025).

Selain itu, saham sektor bahan baku dan infrastruktur harganya juga turun, dan menjadi penekan IHSG. Saham unggulan dalam indeks LQ45 yang mendominasi penurunan antara lain BUMI, DSSA, AMMN, INKP, dan BRPT.

Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 58,20 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3,59 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp33,41 triliun dan kapitalisasi pasar di akhir perdagangan sebesar Rp15.816 triliun.

Baca Juga:

Penutupan Perdagangan, Rupiah Berbalik Merosot terhadap Dolar AS

Utang Luar Negeri Indonesia per Oktober 2025 Turun

Menurut Tim Pilarmas, IHSG melemah mengikuti pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh arus keluar modal asing yang moderat pada pekan kedua Desember.

“Selain itu pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang terakhir tahun ini. BI secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya,” ucap Tim Pilarmas.

Meskipun para pejabat memberikan sinyal masih adanya ruang untuk penurunan suku bunga lanjutan. Ruang penurunan itu untuk menopang pertumbuhan ekonomi, setelah pemangkasan suku bunga sebesar total 150 basis poin sepanjang tahun ini.

“Pelemahan rupiah memang relatif terbatas oleh tanda-tanda perbaikan permintaan domestik. Seiring ekspektasi penjualan ritel November yang meningkat menjelang akhir tahun serta membaiknya sentimen konsumen selama bulan tersebut,” ujar Tim Pilarmas.

Sementara itu, bursa Asia di dominasi pelemahan setelah rilis data ekonomi Tiongkok yang lemah dan membebani sentimen. Pertumbuhan produksi industri turun ke level terendah dalam 15 bulan, penjualan ritel mencatat kenaikan paling lemah dalam hampir tiga tahun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....