Jelang Akhir Pekan, Rupiah Makin Kuat terhadap Dolar
- 12 Des 2025 09:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan penguatan terhadap dolar AS hari ini. Saat pembukaan perdagangan, berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,05 persen menjadi Rp16.668 per dolar AS.
Dalam penutupan perdagangan Kamis kemarin, rupiah ditutup menguat 0,07 persen ke posisi Rp16.676 per dolar AS. "Hari ini rupiah kemungkinan terapresiasi ke posisi Rp16.600 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana, Jumat (12/12/2025).
Baca Juga:
Suku Bunga Fed Turun, Penguatan Rupiah Berlanjut
IHSG Diperkirakan 'Rebound' Dipengaruhi Sentimen Suku Bunga
Menurut Fikri, sentimen penurunan suku bunga the Fed masih mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. '"Termasuk dimulainya pembelian US treasury (obligasi AS) tenor pendek sebesar USD40 miliar," ujar Fikri.
Di dalam negeri, lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hari ini diharapkan lebih ramai. Sehingga dapat mendorong penguatan nilai tukar rupiah lebih lanjut.
Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto menyebut ketidakpastian masih ada. Meskipun the Fed telah memangkas suku bunga sesuai harapan pasar.
"Apa yang dilakukan the Fed disebut 'hawkish cut', dimana mereka melakukan pemangkasan suku bunga secara terbatas, sebesar 25 bps," ujar Rully. Di sisi lain the Fed mensinyalkan akan pemangkasan suka bunga yang lebih terbatas lagi.
The Fed merilis 'dot plot' yang mengindikasikan akan pemangkasan hanya sebanyak 1 kali pada tahun 2026. Sebelumnya pasar memprediksi akan adanya pemangkasan yang lebih banyak tahun depan, setidaknya 2 kali atau lebih.
"Dot plot tersebut menunjukkan bahwa Fed memang mulai memasuki fase pelonggaran. Tetapi dengan jalur pemangkasan yang sangat dangkal dan sarat ketidakpastian," ucap Rully.
Hal ini, tambahnya, konsisten dengan narasi bahwa suku bunga akan bertahan “lebih tinggi untuk waktu lebih lama”. Menurut Rully, kondisi tersebut dalam jangka pendek dan menengah berpotensi menyebabkan dolar tetap kuat.
"Perkembangan ini akan mempengaruhi rupiah dan Bank Indonesia. Sesuai ekspektasi kami, BI akan mempertahankan suku bunga pada 4,75 persen bulan Desember ini,' kata Rully menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....