Dolar AS Sedang Tertekan, Rupiah Kembali Menguat
- 11 Des 2025 12:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan hingga jeda siang ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp16.674 per dolar AS, naik 0,08 persen atau 14 poin.
Pada Rabu kemarin, rupiah ditutup melemah 0,07 persen atau 12 poin menjadi Rp16.688 per dolar AS. "Hari ini rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah pengumuman hasil pertemuan the Fed," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong dalam analisisnya, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga:
Pelaku Pasar Bersikap Waspada, Rupiah Makin Melemah
IHSG Ditutup di Zona Hijau ke Level 8.700
Pertemuan Fed Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Sehingga suku bunga the Fed saat ini di kisaran 3,50-3,75 persen.
Keputusan the Fed membuat mata uang dolar AS melemah ke level 98,56. Dengan pelemahan dolar AS, Lukman memperkirakan rupiah akan menguat di rentang Rp16.600-Rp16.700 per dolar AS.
Dalam keterangannya Kamis dinihari waktu Indonesia, Ketua the Fed Jerome Powell memberi sinyal prospek suku bunga tahun 2026. Kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun depan sangat terbatas, hanya satu kali.
"Prospek pemangkasan suku bunga 2026 kemungkinan menurun menjadi hanya satu kali. Namun pelaku pasar berharap kemungkinan itu bisa berubah seiring penggantian kepala the Fed tahun depan," ujar Lukman.
Apalagi kandidat terkuat Ketua the Fed selanjutnya, yakni Kevin Hasset adalah 'orang Trump'. Hasset kemungkinan akan mengikuti keinginan Presiden Trump agar the Fed menurunkan suku bunga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....