IHSG Pecah Rekor Lagi ke Level 8.710
- 08 Des 2025 20:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencapai level tertinggi baru dalam penutupan perdagangan hari ini, Senin (8/12/2025). Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau IHSG naik 0,90 persen atau 77,93 poin ke level 8.710,69.
IHSG bergerak di zona hijau sepanjang hari ini. “IHSG menyentuh all time high didukung oleh berbagai sentimen di berbagai emiten,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Senin (8/12/2025).
Baca Juga:
IHSG Dibuka Naik, Setelah Melemah di Akhir Pekan
Harga Emas Berkilau, Antisipasi Suku Bunga The Fed
Sementara itu, prospek ekonomi domestik tetap stabil namun berhati-hati. Momentum jangka pendek, lanjut Tim Pilarmas, bergantung pada dukungan fiskal dalam penanganan kerusakan akibat bencana Sumatera.
“Pelaku pasar juga menantikan rilis survei keyakinan konsumen bulan November dan data penjualan ritel Oktober. Kedua data tersebut akan dirilis Bank Indonesia beberapa hari ke depan,” ujar Tim Pilarmas.
Dalam perdagangan hari ini, BEI mencatat sebanyak 402 saham harganya naik, 282 saham harganya turun dan 273 saham stagnan.
Saham sektor kesehatan naik paling kuat (2,8 persen), saham sektor industrial turun paling dalam (-1,42 persen). Indeks LQ45 yang berisi saham unggulan juga menguat, didominasi saham ADMR, GOTO, DSSA, BUMI, AMRT.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 56,26 miliar lembar, frekuensi perdagangan sebanyak 2,89 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp27,29 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp16.004 triliun.
IHSG melesat di tengah indeks bursa saham Asia yang bergerak beragam. Para investor di Asia bersikap waspada menjelas rilis data ekonomi dari mitra dagang utama Tiongkok.
“Investor juga semakin gelisah menjelang kemungkinan pertemuan Politbiro dan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan di Tiongkok. Pelaku pasar mencari panduan terkait arah kebijakan ekonomi Tiongkok tahun 2026,” ujar Tim Pilarmas.
Meskipun pelemahan pasar sebagian tertahan oleh pelonggaran regulasi di Tiongkok. Perusahaan keuangan besar diizinkan melonggarkan persyaratan modal dan batas leverage-nya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....