Harga Emas Berkilau, Antisipasi Suku Bunga The Fed
- 08 Des 2025 15:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Harga emas dunia kembali naik pada awal pekan ini. Menurut Bloomberg, harga emas pada Senin (8/12/2025) berada di level USD4.213 per troi ons, naik 0,38 persen dari sebelumnya.
Sedangkan harga logam mulia Antam berada pada level Rp2.409.000 per gram. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan harga emas masih akan cenderung naik pada sepekan ke depan.
"Minggu ini harga emas dunia akan bergerak di level support USD4.050 per troi ons jika turun," ujarnya. Sedangkan harga logam mulia di dalam negeri mencapai sekitar Rp2.280.000 per gram.
Namun, jika harga emas dunia naik, Ibrahim memperkirakan harganya akan mencapai level USD4.328 per troi ons. Sedangkan harga logam mulia diperkirakan dapat menembus Rp2.500.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Galeri24 Stabil di Posisi Rp2,437 Juta
Ibrahim menyebutkan tiga faktor yang akan menentukan pergerakan harga emas dunia sepekan ke depan. Pertama, spekulasi pergantian ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) atau (The Fed).
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hasset, sejauh ini masih menjadi kandidat kuat pilihan Presiden AS, Donald Trump. "Ini mengindikasikan eksekutif ingin menguasai bank sentral yang seharusnya independen, sehingga dapat membuat panas situasi politik," ujarnya.
Kedua, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin mengerucut dengan probabilitas 88 persen. "Yang ditunggu pasar sebenarnya adalah sejauh mana The Fed akan memangkas suku bunga pada 2026," ucap Ibrahim.
Ekspektasi itu bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pada Maret atau April 2026. Menurut Ibrahim, kemungkinan suku bunga akan kembali ke level antara 0-0,25 persen sesuai keinginan Presiden Trump.
Faktor ketiga yang dapat mempengaruhi harga emas sepekan ke depan adalah perkembangan konflik geopolitik. Perang Rusia-Ukraina masih memanas di mana kedua negara masih saling serang, sementara upaya gencatan senjata juga gagal.
Konflik AS dan Venezuela, salah satu penghasil minyak mentah terbesar, pun semakin meruncing. "Venezuela menghasilkan sekitar 1,1 juta barel per hari, dan sebagian diekspor ke Tiongkok," katanya.
Sementara itu, ketegangan antara Tiongkok dan China Taipei kembali terjadi. Beijing sudah mengerahkan kapal-kapal perangnya di dekat perairan Taiwan untuk melakukan latihan perang.
Melihat perkembangan tersebut, Ibrahim memperkirakan tren harga emas dunia tetap menguat hingga akhir tahun. Bahkan dia memprediksi harga emas bisa menembus level USD4.400 per troi ons.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....