Risiko Rupiah Terus Melemah Masih Tinggi
- 05 Des 2025 11:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak pembukaan hingga jeda perdagangan siang ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,02 persen atau 4 poin menjadi Rp16.657 per dolar AS pada pukul 11.30 WIB.
Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, juga juga turun 0,15 persen atau 25 poin menjadi Rp16.653 per dolar AS. " Hari ini rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS ," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Jumat (5/12/2025).
Baca Juga: Rupiah Makin Loyo ke Level Rp16.653/Dolar AS
Baca Juga: Indeks Harga Saham Masih Menguat Jelang Akhir Pekan
Menurut Lukman, dolar AS menguat setelah rilis data pekerjaan di Amerika Serikat. "Klaim data pengangguran lebih baik dari perkiraan pasar," ucapnya.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.600-Rp16.700 per dolar AS. "Meski melemah, pelemahan rupiah masih terbatas ditopang rilis data cadangan devisa Indonesia," ujar Lukman.
Berdasarkan data Bank Indonesia, cadangan devisa Indonesia pada akhir November meningkat menjadi USD150,1 miliar. Pada bulan sebelumnya, di bulan Oktober, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD149,9 miliar.
Di dalam negeri, aliran keluar modal asing menjadi risiko utama bagi rupiah. Meskipun neraca perdagangan yang surplus dapat menjadi penopang penguatan rupiah.
"Arus keluar modal asing tetap menjadi risiko utama. Namun koordinasi fiskal-moneter yang kian membaik membantu menstabilkan sentimen pasar," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Kordinasi yang baik itu memberikan ruang bagi apresiasi rupiah. "Rupiah diperkirakan akan menguat dengan level moderat menuju Rp16.450 per dolar AS di tahun 2026," ucap Rully.
Menurutnya, pemerintah harus menjaga stabilitas rupiah sambil mempertahankan daya saing ekspor. "Kedua elemen itu menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan keuangan domestik dan stabilitas eksternal Indonesia," ujar Rully menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....