Rupiah Makin Loyo ke Level Rp16.653/Dolar AS
- 04 Des 2025 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah makin merosot terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,15 persen atau 25 poin menjadi Rp16.653 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terus melemah seiring makin menguatnya ekspektasi pasar keuangan terhadap pemangkasan suku bunga the Fed. Perangkat CME Fedwatch menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga di AS mencapai 90 persen.
“Peluang itu ditopang oleh data tenaga kerja swasta di AS yang menyusut 32.000 pekerja di bulan November. Sementara itu, indeks jasa Institute for Supply Management (ISM) mengalami ekspansi moderat, tapi data yang mendasarinya mengalami penurunan,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga:
Rupiah Berpeluang Menguat Meski Dibuka Melemah Hari Ini
IHSG Berpeluang 'Rebound', Dibuka Naik ke Level 8.646
Sekarang, tambah Ibrahim, pelaku pasar menunggu sinyal yang lebih pasti dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Indeks PCE yang akan dirilis Jumat (5/12/2025) adalah data bulan September yang tertunda akibat ‘shutdown’ kemarin.
“Data tersebut menjadi tolak ukur inflasi pilihan the Fed. Pelaku pasar melihat data ini untuk mengonfirmasi seberapa agresif kemungkinan penurunan suku bunga,” ucap Ibrahim.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati analisis para ekonom terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Para ekonom, kata Ibrahim, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di kisaran 5 -5,1 persen.
“Proyeksi tersebut lebih rendah dari target dalam Asumsi Ekonomi Makro APBN 2025 sebesar 5,2 persen,” ucap Ibrahim. Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus menggenjot belanja pemerintah di triwulan IV ini.
“Pemerintah harus merealisasikan belanja sebesar Rp934 triliun di sisa dua bulan ini. Sehingga target belanja dapat tercapai sesuai outlook dalam APBN,” ujar Ibrahim.
Para ekonomi menilai, khusus triwulan IV, pertumbuhan ekonominya diperkirakan bisa mencapai 5,08 persen. Perkiraan ini lebih tinggi dari capaian kuartal sebelumnya sebesar 5,04 persen.
Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di triwulan IV, ditopang oleh periode Natal dan Tahun Baru. Meski dinamikan global masih masih dapat mempengaruhi perekonomian dalam negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....