Sepi Data Ekonomi, Rupiah Dibuka Melemah Lagi

  • 28 Nov 2025 12:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN,Jakarta: Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan hingga jeda siang ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,17 persen atau 29 poin menjadi Rp16.666 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan hari Kamis kemarin, nilai tukar rupiah sempat menguat 0,17 persen menjadi Rp16.636 per dolar AS. "Nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak datar hari ini," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: Rupiah Perlahan Menguat terhadap Dolar AS

Baca Juga: Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menguat, IHSG 'Rebound'

Menurutnya, rupiah akan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas terhadap dolar AS. "Kondisi terjadi di tengah absennya data-data ekonomi penting dan liburan Thanksgiving di Amerika Serikat," ucap Lukman.

Dia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.600-16.700 per dolar AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed bulan Desember 2025 masih menjadi sentimen yang dapat mendorong penguatan rupiah.

Hasil survei perangkat CME FedWatch Tool menunjukkan, peluang 85 persen The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember. Persentasenya naik tajam dari 30 perse pada pekan sebelumnya.

Sejumlah pejabat the Fed menunjukkan pandangan yang pro pemangkasan suku bunga. Diantaranya Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly dan Gubernur Fed Christopher Waller, yang menyebut peluang pemangkasan semakin terbuka.

Tetapi, Kamis (27/11/2025) kemarin, terjadi aliran modal asing keluar di pasar saham, yang membuat nilai tukar rupiah berbalik melemah. BNI Sekuritas mencatat terjadi net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp884 miliar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....