Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menguat, IHSG 'Rebound'
- 28 Nov 2025 11:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan ini di zona hijau. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, IHSG naik tipis 0,11 persen ke level 8.555,66.
IHSG kembali naik setelah pada Kamis kemarin ditutup melemah 0,65 ke level 8.545,86. Pelemahan IHSG disertai aksi jual saham oleh investor asing (net sell) sebesar Rp884 miliar.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, BBRI, BBCA, INET dan BMRI. "Hari ini IHSG berpotensi rebound atau berbalik menguat," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga:
Mayoritas Harga Saham Turun, IHSG Ditutup Melemah
Rupiah Perlahan Menguat terhadap Dolar AS
Level support IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang 8.480-8.520. Sedangkan level resistansi IHSG diperkirakan bergerak di rentang 8.570-8.600.
Bursa saham global cenderung menguat pada perdagangan hari Kamis. Menurut Fanny, bursa saham di Wall Street, Amerika Serikat reli empat hari berturut-turut jelang libur Thanksgiving.
"Sentimen positif terutama datang dari rebound saham teknologi serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desembe," ucap Fanny. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,67 persen, S&P 500 menguat 0,69 persen , dan Nasdaq Composite bertambah 0,82 persen.
Bursa saham Asia juga menguat saat penutupan perdagangan hari Kamis kemarin. Penguatan didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga the Fed.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh laporan Bloomberg terkait kandidat terkuat ketua the Fed berikutnya Kevin Hassett. Dia skarang menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.
Sementara di dalam negeri, pasar masih akan melihat berbagai kondisi ekonomi dalam negeri ke depan. "Apakah realisasinya benar-benar lebih baik dari yang diharapkan," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimismenya bahwa ekonomi Indonesia triwulan IV 2025 akan tumbuh 5,6-5,7 persen. Sehingga kemungkinan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 ini akan mencapai sekitar 5,2 persen.
"Kami menilai hal ini cukup mendorong optimisme pasar. Namun angka pertumbuhan tersebut terlalu optimistik mengingat kondisi ekonomi saat ini masih belum sepenuhnya pulih," ujarnya.
Menurut Rully, belum pulihnya perekonomian domestik terlihat dari pertumbuhan kredit yang kembali melambat pada bulan Oktober. Selain itu masih banyak emiten yang masih mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....