Prospek Ketua the Fed Baru Dorong Penguatan Rupiah
- 27 Nov 2025 12:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah terpantau menguat terhadap dolar AS hari ini, Kamis (27/11/2025). Saat pembukaan perdagangan, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah naik 0,18 persen menjadi Rp16.632 per dolar AS.
Saat penutupan perdagangan hari sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di posisi Rp16.664. "Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: Ekspektasi Suku Bunga Sebabkan Nilai Tukar Rupiah Melemah
Baca Juga: IHSG Bergerak Fluktuatif Setelah Tembus Rekor Baru
Indeks dolar AS hari ini, turun di bawah level 100, yaitu di level 99,43. Menurut Lukman, dolar melemah karena prospek sosok Kevin Hassett yang cenderung 'dovish' (longgar).
Hasset adalah penasihat Presiden AS, Donald Trump yang disebut-sebut akan menggantikan Ketua the Fed, Jerome Powell. Ia dipandang sebagai sosok yang sepemikiran dengan Trump yang menginginkan pemangkasan suku bunga.
Lukman juga mengatakan, dolar AS juga tertekan oleh data Purchasing Managers Index (PMI) Chicago yang turun tajam. "Sehingga penguatan rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.600-Rp16.700 per dolar AS," ujar Lukman.
Sementara itu dari dalam negeri, belum ada sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. "Selain tidak ada data ekonomi, investor masih mencermati prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dan kebijakan longgar pemerintah," kata Lukman lagi.
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan November ini, BI masih mempertahankan suku bunga 4,75 persen. BI mengambil keputusan itu karena melihat inflasi tetap berada di kisaran target dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....