IHSG 'Rebound', Dibuka Naik ke Level 8.533
- 26 Nov 2025 10:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat (rebound) dalam pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,14 persen ke level 8.533,88.
Pada Selasa kemarin, IHSG ditutup turun 0,56 persen atau 48,36 poin ke level 8.521,89. "Pelemahan ini wajar setelah kenaikan signifikan sehari sebelumnya," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah Karena Aksi Jual Saham
Baca Juga: Rupiah Diperkirakan Lanjutkan Penguatan Hari Ini
Pelemahan IHSG tersebut, menurut Rully, disebabkan oleh proses rebalancing indeks MSCI. "Untuk mendorong IHSG kembali melanjutkan penguatan dibutuhkan sentimen positif lanjutan," ujarnya.
Perkembangan positif rebalancing MSCI, tambah Rully, sudah diperhitungkan pada pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir. Termasuk ekspektasi perbaikan ekonomi di triwulan IV 2025.
Dia memperkirakan efek rebalancing MSCI cenderung jangka pendek, jika tidak ada sentimen positif yang signifikan dari sisi ekonomi makro. "Sepanjang November, IHSG menjadi salah satu indeks saham yang memiliki kinerja terbaik dibanding indeks saham global lainnya," ucap Rully.
Lebih lanjut, ia mengatakan, faktor positif yang ditunggu ke depan adalah BI kembali melonggarkan kebijakan moneternya. Pelonggaran dengan kata lain pemangkasan suku bunga.
"Tapi BI sepertinya masih lebih fokus pada upaya stabilitas dalam jangka pendek. Mengingat masih tingginya volatilitas rupiah saat ini, meski beberapa hari terakhir sudah cenderung terapresiasi," ujar Rully.
Menurutnya, saat ini masih diperlukan spread imbal hasil obligasi pemerintah yang menarik. Sehingga ia memperkirakan BI rate tidak turun sampai akhir tahun 2025.
Tim Analis Mirae Asset Sekuritas menyebutkan, secara keseluruhan, kombinasi harga, volume, dan indikator menunjukkan IHSG masih dalam tren naik. "Tetapi rawan berbalik melemah jika tetap bertahan di atas 8.408 sebagai level kritisnya," kata Tim Analis Mirae Asset menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....