Strategi Investasi Emas Saat Harga Tinggi

  • 12 Nov 2025 20:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Tren kenaikan harga emas masih diperkirakan masih akan berlangsung hingga tahun depan. Sehingga membeli emas untuk investasi masih menguntungkan meski harganya sedang tinggi.

“Emas fisik tetap merupakan aset yang aman untuk dikoleksi. Bahkan jika dibeli saat harganya tinggi, sebagai antisipasi terhadap inflasi atau menurunnya nilai mata uang,” kata Analis Pasar Modal dari Traderindo, Wahyu Laksono, Rabu (12/11/2025).

Namun strategi terbaik membeli emas, lanjut Wahyu, memanfaatkan saat harga emas terkoreksi. “Seperti level koreksi di bawah 2.500.000 rupiah per gram, atau di bawahnya,” ucap Wahyu.

Baca juga:

Tekanan Masih Tinggi, Rupiah Kemungkinan Terus Melemah

Perdagangan Saham Kembali Menguat, IHSG Berpeluang Tembus 8.400

Sementara itu, hari ini harga emas Antam kembali naik menjadi Rp2.367.000 per gram. Selasa kemarin, harga emas Antam di posisi Rp2.360.000 per gram.

Harga emas di pasar dunia juga masih tinggi. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berada di level USD4.136 per troi ons.

Menurut Wahyu, harga emas global masih berpotensi terus naik hingga akhir tahun karena dinamika global. Kenaikan harga emas bahkan diperkirakan akan berlanjut di tahun 2026.

“Potensinya dalam jangka menengah, level tertinggi harga emas sekitar USD4.400 per troi ons. Bukan mustahil harga emas bisa mencapai USD5.000 per troi ons di tahun 2026,” ucap Wahyu.

Harga emas di area support di kisaran USD2.500-USD3.000 per troi ons. “Tapi level itu seperti sulit dikejar, karena harga emas cenderung mengejar level resistansi atau level atasnya,” kata Wahyu lagi.

Sedangkan untuk emas Antam, Wahyu memperkirakan akan mencapai level harga Rp3.500.000-Rp4.000.000 per gram di tahun 2026. Untuk jangka pendek, harga emas Antam diperkirakan di kisaran Rp2.800.000-Rp3.000.000 per gram.

“Selain dipengaruhi proyeksi kenaikan harga emas global, kenaikan harga emas Antam juga dipengaruhi nilai tukar rupiah yang sulit menguat,” ujar Wahyu. Nilai tukar rupiah masih berfluktuasi terhadap dolar AS, karena tekanan kondisi global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....