Tekanan Masih Tinggi, Rupiah Kemungkinan Terus Melemah

  • 12 Nov 2025 12:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih tertekan terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, penurunan nilai tukar rupiah makin dalam, melemah sejak pembukaan perdagangan di posisi Rp16.715 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, rupiah sudah melemah di posisi Rp16.694 per dolar AS. Hingga pukul 12.00 WIB siang ini, rupiah merosot 0,20 persen atau 34 poin ke level Rp16.728 per dolar AS.

"Hari ini, rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Rabu (12/11/2025). Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.650-Rp16.750 per dolar AS.

Baca Juga:

Penutupan Perdagangan, Pelemahan Rupiah Makin Tajam

Penutupan Perdagangan, Pelemahan Rupiah Makin Tajam

Menurut Lukman, tekanan terhadap mata uang rupiah berasal dari sentimen yang beragam. Faktor eksternal berupa absennya data ekonomi utamanya data ekonomi AS yang tertunda imbas 'shutdown'.

"Di dalam negeri, rupiah tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia. Namun masih ada sentimen risk on para investor sebagai faktor pendukung," ujar Lukman.

Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai, kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia membaik menjelang akhir 2025. Hanya saja, ketidakpastian global masih membayangi, dan membuat rupiah masih berfluktuatif.

BI tetap fokus menjaga stabilitas rupiah, sehingga BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada pertemuan bulan November. "Kebijakan itu diambil untuk menyeimbangkan risiko eksternal dengan ketahanan domestik," kata Rully menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....