Penutupan Perdagangan, Pelemahan Rupiah Makin Tajam
- 11 Nov 2025 20:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah turun tajam 0,24 persen atau 40 poin terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Sehingga posisi nilai tukar rupiah menjadi Rp16.694 per dolar AS.
Rupiah makin melemah karena ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed semakin kuat. “Ekspektasi ini didorong oleh sentimen pasar setelah Senat AS mengesahkan RUU untuk membuka kembali pembiayaan pemerintah,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa (11/11/2025).
Pengesahan RUU tersebut membuka peluang berakhirnya shutdown pemerintah AS. Karenanya membuka jalan bagi pemerintah AS untuk merilis data ekonomi resmi yang selama ini tertunda karena shutdown.
“Data ekonomi tersebut akan memberikan lebih banyak petunjuk kepada pasar mengenai perekonomian AS. Di sisi lain, pelaku pasar masih terus berharap the Fed akan memangkas suku bunga di bulan Desember,” ucap Ibrahim.
Baca Juga:
Meski Dibuka Melemah, Rupiah Diyakini Berpeluang Kuat
IHSG Fluktuatif dengan Peluang Menguat Lagi
Konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan, mulai mengganggu produksi minyak Rusia yang berpotensi membuat harga minyak dunia naik. Konflik yang sudah berlangsung selama tiga tahun ini belum juga mereda, bahkan makin panas karena turut campurnya AS.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati wacara redenominasi rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan redenominasi menjadi otoritas Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.
Namun redenominasi tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029. Disebutkan dalam PMK tersebut, penuntasan penyusunan RUU Redenominasi ada di tangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan,
Sementara itu Bank Indonesia menyatakan implementasi redenominasi akan tetap mempertimbangkan waktu yang tepat. Serta memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial serta kesiapan teknis termasuk hukum, logistik, dan teknologi informasi.
“BI menganggap, redenominasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi transaksi. Selain itu dapat memperkuat kredibilitas rupiah, dan mendukung modernisasi sistem pembayaran nasional,” kata Ibrahim mengutip pernyataan BI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....