IHSG Fluktuatif dengan Peluang Menguat Lagi
- 11 Nov 2025 11:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau fluktuatif di sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di buka naik 0,55 persen ke level 8.437,96.
"IHSG berpotensi mencoba menguat kembali hari ini seiring rencana pemerintah AS membuka kembali pemerintahanya setelah melakukan 'shutdown'," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (11/11/2025). IHSG diperkirakan bergerak di rentang 8.320-8.350 untuk level support, dan level resistansi di rentang 8.450-8.500.
Baca Juga:
Penutupan Perdagangan Saham Zona Merah, Turun 3,3 Poin
Meski Dibuka Melemah, Rupiah Diyakini Berpeluang Kuat
Pada Senin kemarin, IHSG kemarin ditutup turun 0,04 persen ke level 8.391. Tetapi penurunan IHSG disertai aliran masuk modal asing sebesar Rp103 miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BREN, BMRI, BUMI, HRTA dan FILM. Analis Pasar Modal lainnya menyebutkan, pada Senin kemarin memang tidak terlalu banyak investor yang melakukan transaksi.
Namun rilis data ekonomi yang positif dalam dua hari terakhir memberikan sentimen positif ke pasar saham. Data ekonomi itu berupa posisi cadangan devisa yang di luar perkiraan meningkat, dan indeks kepercayaan konsumen (IKK) juga naik signifikan.
"IKK bulan Oktober sebesar 121,2 merupakan yang tertinggi dalam enam bulan terakhir. Perkembangan ini memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek stabilitas dan pertumbuhan ekonomi," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Peningkatan cadangan devisa, jelasnya, menegaskan ketahanan rupiah. Sedangkan kenaikan IKK mengindikasikan potensi akselerasi konsumsi rumah tangga pada di triwulan IV-2025.
"Kenaikan IKK tersebut terutama didorong oleh perbaikan indeks kondisi ekonomi (IKE) saat ini serta indeks ekspektasi konsumen (IEK). Salah satu faktor yang paling penting dari kenaikan optimisme konsumen tersebut adalah perbaikan ketersediaan lapangan kerja," kata Rully lagi.
Faktor ketersediaan lapangan kerja sangat berpengaruh, karena berimplikasi langsung pada rasa aman secara ekonomi. Termasuk pada prospek penghasilan, dan kemauan masyarakat untuk membelanjakan uangnya.
Sementara itu bursa global juga bergerak menguat pada Senin kemarin. Bursa saham Wall Street AS melonjak didorong oleh saham-saham perusahaan kecerdasan buatan dan sinyal berakhirnya 'shutdown' pemerintah.
Indeks S&P 500 naik 1,54 persen, Nasdaq meningkat 2,27 persen dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,81 persen. Penguatan bursa saham di AS diikuti kenaikan bursa saham di kawasan Asia Pasifik.
Investor di kawasan Asia kini mencermati rilis data inflasi Tiongkok bulan Oktober dan tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi konsumen utama (CPI) Tiongkok tercatat naik 0,2 persen secara tahunan melampaui ekspektasi sebesar persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....