Pembukaan Perdagangan, IHSG Tertekan ke Zona Merah

  • 05 Nov 2025 10:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau lesu di awal perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun hingga 28,31 poin atau 0,34 persen ke level 8.213,60.

IHSG juga turun pada penutupan perdagangan Selasa sore sebesar 0,4 persen. Namun masih disertai aliran masuk modal asing atau beli bersih (net buy) saham oleh investor asing.

"Net buy asing sebesar Rp308 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah TLKM, BBCA, BBNI, BMRI, dan UNTR," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga:

IHSG Ditutup Turun, Terseret Pelemahan Bursa Asia

Pelemahan Rupiah Masih Berlanjut Dipicu Sentimen Suku Bunga

Hari ini, Fanny memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan. Level support IHSG di rentang 8.180-8.200 dan level resistansi di rentang 8.280-8.350

Hari ini pelaku pasar menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Ada optimisme pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 lebih tinggi dibandingkan triwulan II yang sebesar 5,12 persen secara tahunan.

Pelemahan IHSG tidak lepas dari pergerakan bursa saham global yang cenderung melemah pada Selasa kemarin. "Bursa saham Wall Street terkoreksi di tengah kekhwatiran memuncaknua gelembung kecerdasaan buatan," ujar Fanny.

Beberapa bank besar juga memperingatkan kemungkinan pasar ekuitas mengalami koreksi. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,53 persen, S&P 500 turun 1,17 persen dan Nasdaq Composite menurun 2,04 persen.

"Kekhawatiran investor meningkat terkait valuasi saham yang dinilai sudah melambung tinggi. Terutama di tengah kenaikan saham terkait kecerdasan buatan (AI)," ucap Fanny.

Di sisi lain, tambah Fanny, pernyataan pejabat the Fed cenderung ketat untuk mengantisipasi arah kebijakan moneter. Utamanya di tengah minimnya indikator ekonomi penting.

Di Asia-Pasifik, bursa saham juga melemah pada perdagangan Selasa. Pasar masih tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan prospek kebijakan moneter yang ketat.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,91 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 1,74 persen. Di Korea Selatan, Kospi menurun 2,37 persen , Hang Seng Hong Kong turun 0,79 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....